Penjualan Arita Prima Capai Rp134,76 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Arita Prima Indonesia Tbk (APII) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp134,76 miliar, naik 19,38% hingga September 2013 dibanding penjualan bersih perseroan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp112,88 miliar. Dari total penjualan tersebut, perseroan mampu mendongkrak laba komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik sebesar 67,18% menjadi Rp19,25 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,52 miliar.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (3/12). Disebutkan, beban pokok penjualan yang dicatatkan perseroan per akhir September 2013 mengalami kenaikan sebesar 3,38% menjadi Rp60,78 miliar. Alhasil, laba kotor perseroan menjadi Rp73,97 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp54,09 miliar.

Sementara laba usaha perseroan per akhir akhir September 2013 naik menjadi 33,68 miliar dari sebelumnya Rp26,12 miliar, dan laba sebelum pajak menjadi Rp25,59 miliar dari sebelumnya Rp18,74 miliar. Liabilitas perseroan pada periode ini tercatat sebesar Rp138,88 miliar, dibanding posisi akhir Desember 2012 yang hanya mencapai Rp107,38 miliar. Adapun ekuitas perseroan juga mengalami peningkatan menjadi Rp116,75 miliar dari posisi Desember 2012 sebesar Rp77,10 miliar.

Diketahui, perusahaan distributor valve fitting, dan produk logam ini belum lama mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan melepas sebanyak 275 juta sahamnya atau setara 25,58% dari total modal yang disetor. Dengan harapan, dapat meraup dana segar sekitar Rp55 miliar-Rp63,25 miliar.

Rencananya, perseroan akan menggunakan 75% dari dana tersebut untuk pengembangan bisnis sebagai tambahan modal kerja. “Sisanya akan digunakan untuk pembangunan pabrik,” kata Direktur Utama Arita Prima, Low Ye Lean, hari ini.

Menurut dia, perkembangan bisnis Arita Prima tercatat positif seiring meningkatnya permintaan valve, fitting, dan produk terkait lainnya. Apalagi ditunjang dengan beberapa sektor usaha, antara lain perkebunan, pertambangan, minyak, dan gas yang semakin tumbuh.

Selain itu, kata dia, Arita juga memiliki jaringan luas dan reputasi baik dalam proses pengiriman. Tentunya itu menjadi keunggulan tersendiri bagi Arita dan pertimbangan bagi para investor untuk menanamkan sahamnya. “Kinerja keuangan dan tingkat profitabilitas perusahaan yang terus membaik tiga tahun terakhir didukung dengan pengalaman kami yang telah 13 tahun dalam industri valve,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan penawaran sahamnya, Arita Prima juga menerbitkan opsi kepemilikan saham bagi manajemen dan karyawan maksimal sebesar 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum dilaksanakan. (lia)

BERITA TERKAIT

PTBA Targetkan Penjualan Ekspor 12 Juta Ton

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menggenjot pertumbuhan pendapatan dari penjualan ekspor batu bara.…

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Danai Untuk Modal Kerja - Asiaplast Beri Pinjaman TBE Rp 1,3 Miliar

NERACA Jakarta - Emiten produsen plastik, PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) memberikan pinjaman kepada PT Tiga Berlian Electric (TBE) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…