Pelaporan DHE Diklaim Meningkat Hingga 85% - Per September 2013

​NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI), berdasarkan laporan Lalu Lintas Devisa (LLD) per September 2013, telah terjadi peningkatan pelaporan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan dan Kepatuhan Laporan BI, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, tahun ini eksportir memasukan DHE ke bank devisa dalam negeri naik sekitar 84%-85%. “Jelas meningkat jika dibanding tahun lalu yang hanya 78%-80% dari total profit ekspor yang masuk per bulannya sebesar US$ 14 miliar-US$16 miliar,” kata Wiwiek di Jakarta, Selasa (3/12).

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk jumlah pelapor LLD dari Lembaga Bukan Bank (LBB) terjadi peningkatan sebesar 4% year on year (yoy) menjadi berjumlah 2.514 dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.413 pelapor. “Naiknya jumlah pelapor ini berimbas pada kepatuhan jumlah pelapor LLD dari LBB yang terkena sanksi denda keterlambatan yang mengalami penurunan dari 78 pelapor di tahun 2012 menjadi 70 pelapor di November 2013,” jelasnya.

Adapun untuk pelapor LLD Utang Luar Negeri (ULN) Swasta, dikatakan Wiwiek, telah terjadi peningkatan sebesar 9% dari September 2012 sebanyak 2.111 pelapor menjadi 2.313 pelapor pada periode yang sama tahun ini. Sehingga berimbas pada kepatuhan jumlah pelapor yang terkena sanksi denda keterlambatan menurun dari 47 pelapor menjadi 21 pelaporan pada November 2013.

Selain itu dia juga mengatakan, salah satu penyokong DHE terbesar berasal dari komoditas batu bara dan minyak kelapa sawit. "Kepatuhan eksportir tahun ini sudah cukup bagus, selalu ada peningkatan setiap tahunnya. Di mana tahun lalu ada 11 ribu eksportir dan tahun ini ada 11.700 eksportir," jelasnya.

Wiwiek juga mengungkapkan adanya beberapa kendala yang menghadang aliran DHE ke dalam negeri. Menurut dia, masih terdapat banyak eksportir yang tingkat kepercayaannya minim terhadap kemampuan perbankan di Indonesia. Hal ini lah yang menyebabkan aliran DHE yang masuk kedalam negeri hanya meningkat sedikit jika dibanding sebelumnya. “Akibatnya rupiah belum cukup memiliki penopang sebagai penguat,” tambah dia.

Lebih lanjut Wiwiek mengungkapkan, para eksportir masih belum percaya dengan trustee domestic, namun lebih percaya dengan trustee di luar negeri lantaran lebih tertata dengan baik. “Belum lagi, mereka biasanya memiliki perjanjian eksportir dengan head office-nya," ujarnya.

Bank sentral akan terus melakukan sosialisasi secara intensif kepada eksportir terkait pemulangan DHE. Menurut Wiwiek, pemulangan ini akan menciptakan dampak positif pada kestabilan makro ekonomi sumber pembiayaan ekonomi dan pendalaman pasar keuangan di Tanah Air.

"Tidak mungkin DHE masuk 100% masuk karena kegiatan eksportir itu bermacam-macam. Saya menargetkan 90%. Sebab, ada yang hanya mendapatkan jasa sehingga ada nilai tambahnya, ada juga ekspor yang langsung diterima tunai," tandas Wiwiek. [sylke]

Related posts