Tingkatkan Kerjasama Bidang Kesehatan - Surabaya-Guanzhou

Surabaya - Pemerintah Kota Guangzhou, China dan Pemkot Surabaya fokus meningkatkan kerja sama dalam bidang kesehatan, kata Ketua Majelis Permusyawaratan Politik (lembaga di atas DPRD) Kota Guangzhou, Su Zhija, saat berkunjung ke Balai Kota Surabaya, Selasa.

Su Zhija mengatakan pengobatan traditional chinese medicine (TCM) memang banyak diterapkan di berbagai negara. Metode yang sudah diterapkan sejak ribuan tahun lalu terbukti mampu berbicara banyak di tengah perkembangan teknologi modern. "Bahkan ada beberapa jenis penyakit akut yang sulit disembuhkan, namun dengan metode akupuntur malah membaik," katanya.

Oleh karenanya, Su Zhija berharap kerja sama komprehensif di bidang kesehatan ini bisa segera terealisasi.

Dia menyatakan pihaknya akan memfasilitasi dokter-dokter Surabaya yang hendak belajar teknik pengobatan di Guangzhou. "Kami akan sediakan pelatihan dan pendampingan bagi para dokter yang belajar di Guangzhou," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Guangzhou, Chen Yini, menambahkan kerja sama kesehatan tidak akan berjalan searah, namun Dinkes Guangzhou berniat akan mempelajari penyakit yang banyak berkembang di daerah beriklim tropis, seperti Indonesia.

Untuk itu, lanjut dia, Kota Guangzhou bakal mengirim tenaga medis untuk menggali informasi di Surabaya. "Kota Surabaya punya banyak kelebihan yang perlu kami pelajari. Diharapkan, hasil pembelajaran dari Surabaya dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan kami di bidang kesehatan," kata Chen Yini.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menyambut baik inisiatif kerja sama kesehatan ini.

Menurut dia, warga Surabaya dengan Guangzhou memiliki banyak kesamaan, baik dari segi budaya maupun kebiasaan, salah satunya, banyaknya warga Surabaya yang memanfaatkan teknik pengobatan tradisional China. "Saya pun rutin melakukan akupuntur karena efeknya pada tubuh sangat terasa," katanya.

Risma mengungkapkan perkembangan akupuntur sudah semakin pesat, salah satu indikatornya, di Surabaya ada sekolah akupuntur yang punya kerja sama langsung dengan Tiongkok. "Tahun lalu, ada profesor dari Guangzhou yang datang ke akademi akupuntur Surabaya guna memberikan pelatihan," ujarnya.

Selain kesehatan, lanjut dia, wali kota berharap kerja sama di sektor yang lain juga bisa ditingkatkan, di antaranya bidang pariwisata, ekonomi, dan transportasi.

Sementara itu, Kabag Kerja Sama Pemkot Surabaya, Ifron Hady, mengatakan MoU sistercity antara Surabaya dan Guangzhou diteken sejak 2005. "Selama ini, beberapa kegiatan konkret yang sudah berjalan antara lain pameran dalam rangka peningkatan ekonomi, pertukaran misi budaya, dan kerja sama pendidikan," katanya.

BERITA TERKAIT

Pasar Properti Masih Tertekan - Intiland Pilih Kerjasama Kembangkan Proyek Maja

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan properti di Maja, Banten, seperti yang sudah dilakukan PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) menjadi daya…

Astra Miliki 44,5% Saham Tol Surabaya Mojokerto

NERACA Jakarta – PT Astra Internasional Tbk (ASII) terus memperlebar bisnis di jalan tol. Teranyar, perseroan melalui anak usahanya PT…

KERJASAMA PEMBIAYAAN INVESTASI DAN MODAL KERJA

Dirut Mandiri Syariah Toni EB Subari (kanan) dan Direktur Wholesale Kusman Yandi (kedua kanan), berbincang dengan Dirut PT Angkasa Pura…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pembangunan Jalan di Provinsi Banten Tuntas 100 Persen Pada 2020

Pembangunan Jalan di Provinsi Banten Tuntas 100 Persen Pada 2020 NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membenahi semua jalan…

Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Atas Segalanya - Pimpinan Ponpes Al Fath Sukabumi

Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Atas Segalanya Pimpinan Ponpes Al Fath Sukabumi NERACA Sukabumi - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fath…

Tanaman Pangan Pemicu NTP Banten April Turun 0,21 Persen

Tanaman Pangan Pemicu NTP Banten April Turun 0,21 Persen NERACA Serang - Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor tanaman pangan yang…