Pelemahan Rupiah Tidak Pengaruhi IPO

Kendatipun pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus terkoreksi akibat dipicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, namun tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdana di pasar modal. Bahkan pekan depan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan pencatatan saham perdana PT Indomobil Multi Jasa Tbk akan dilakukan pada 10 Desember 2013 dengan kode saham IMJS.

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (3/12). Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa BEI, Umi Kulsum mengatakan, pencatatan saham dapat dilakukan apabila seluruh syarat pencatatan efek calon emiten telah dipenuhi. Hal itu sebagaimana diatur dalam peraturan Bursa Nomor I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat.

Sebelumnya, Direktur Utama Indomobil Multi Jasa, Jusak Kertowidjojo mengatakan bahwa perseroan akan melepas sebanyak 1,291 miliar saham atau sekitar 25 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh di kisaran Rp500-Rp650 per lembar saham.

Dengan demikian, perseroan diperkirakan akan memperoleh dana segar dari hasil IPO sekitar Rp645--Rp839 miliar. Nantinya penggunaan dana IPO, sebesar 60% akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan modal kerja entitas anak perusahaan dan sisanya sekitar 40% akan digunakan untuk mengurangi pinjaman Indorent.

Disebutkan, dalam aksi korporasi itu, PT Indomobil Multi Jasa telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek yakni PT CIMB Securities Indonesia, PT Deutsche Securities Indonesia, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk dan PT Buana Capital.

PT Indomobil Multi Jasa Tbk merupakan anak usaha dari PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS). Perusahaan bergerak di bidang pembiayaan konsumen melalui anak perusahaan (PT Indomobil Finance Indonesia) dan jasa persewaan kendaraan (PT CSM Corporatama). (bani)

Related posts