Hadapi MEA, Kemenperin Dorong IKM

NERACA

Jakarta - Indonesia sebagai negara besar dengan penduduk terbanyak di ASEAN merupakan pasar potensial untuk aliran masuk barang, jasa, dan tenaga kerja bagi negara lainnya di ASEAN. Hal tersebut perlu disadari, terutama Indonesia sebagai pasar konsumen terbesar di ASEAN sangat berpotensi untuk dibanjiri barang-barang konsumsi.Untuk itu, pemerintah harus segera melakukan peningkatan kinerja berbagai sektor industri.

Wakil Menteri Perindustrian, Alex SW Retraubun mengungkapkan peningkatan industri kecil dan menengah (IKM) merupakan salah satu kekuatan besar dan terdepan dalam pembangunan ekonomi nasional, karena sektor IKM sangat penting untuk menciptakan pertumbuhan dan lapangan pekerjaan.

"IKM cukup fleksibel dan dapat dengan mudah beradaptasi terhadap pasang surutnya permintaan pasar. Dengan demikian, Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan IKM dan penciptaan wisausahawan baru untuk meningkatkan daya saing dan mengantisipasi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015,"jelas Alex di Jakarta,Selasa (3/11).

Lebih lanjut Wamenperin mengungkapkan membanjirnya barang-barang tersebut memang memiliki nilai positif bagi konsumen akibat semakin banyaknya alternatif pilihan. Namun demikian, nilai tambah akan lebih dirasakan, jika produk-produk Indonesia yang justru dapat “menginvasi” negara-negara di ASEAN. Apabila hal tersebut terjadi, produksi domestik akan bertambah, yang berimplikasi positif terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan investasi dan berdampak akhir terhadap pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan penduduk.

"Oleh karena itu, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal sangat diperlukan. “SDM ini harus dipersiapkan sebagai insan yang berdaya saing regional bahkan global. Implementasi ASEAN - China Free Trade Area (ACFTA) 2010 dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita, dimana ketika penerapan ACFTA banyak pihak yang belum siap akibat lemahnya koordinasi dan upaya perencanaan sebelum diberlakukannya ACFTA,"ujar Alex.

Menurut Alex,dengan implemetasi MEA yang semakin dekat, sudah saatnya kita berbenah dan mengambil tindakan sedini mungkin untuk menghadapi persaingan yang akan semakin sengit, Kerjasama dan prioritas kepentingan nasional harus dikedepankan oleh berbagai pihak untuk mendukung terciptanya Indonesia menjadi negara yang mendapatkan keuntungan terbesar dengan diterapkannya MEA 2015.

Dengan jumlah unit usaha IKM sebanyak 3,9 juta unit dapat menyerap tenaga kerja mencapai 9,14 juta orang, dimana sekitar 75% di antaranya berkembang di Pulau Jawa dan 25% sisanya ada di luar Pulau Jawa. Diharapkan, porsi IKM di luar Pulau Jawa akan naik menjadi 40% pada tahun 2014.

Di tempat berbeda,Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani mengatakan, kontribusi UMKM/IKM bagi penguatan ekonomi daerah sangat besar. Dengan potensi yang ada, masa depan Indonesia ada di daerah-daerah.

Potensi di daerah dinilai beragam, mulai sektor pariwisata, pertambangan, pertanian, hingga industri kecil dan menengah, serta beberapa potensi lain. Masing-masing daerah memiliki keunggulan yang khas. Semua pihak, terutama kepala daerah serta pelaku usaha di daerah, diminta melakukan upaya-upaya penguatan sektor itu agar bisa meningkatkan produktivitas dan lebih berdaya saing.

IKM , katanya, bisa menjadi salah satu penopang ekonomi saat krisis dan itu sudah terbukti, yakni tahun 1997/1998. "Oleh karena itu, penguatan UMKM harus dilakukan agar bisa berkontribusi tidak hanya bagi penguatan ekonomi daerah saja, tetapi juga nasional,” ujar Rosan.

Related posts