Indocement Akuisisi Tarabatuh Manunggal - Nilai Investasi Rp 65 Miliar

NERACA

Jakarta – Kembangkan bisnis usaha di sektor semen, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTp) melalui dua anak perusahaannya mengakuisisi PT Tarabatuh Manunggal senilai Rp65 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (3/12).

Tujuan akuisisi untuk menunjang kegiatan usaha beton siap pakai. Transaksi ini tidak termasuk transaksi material mengacu pada nilai ekuitas perseroan sebesar Rp19,4 triliun berdasarkan laporan keuangan tahunan perusahaan tahun buku 2012.

Disebutkan, dua anak usaha perseroan yang mengambil alih saham Tarabatuh Manunggal itu, yakni PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) dan PT Pionirbeton Industri (PBI). Sementara, Tarabatuh Manunggal merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha agregat. Penandatangan aksi jual beli tersebut, sudah di lakukan pada Senin (2/12) kemarin.

Tarabatuh Manunggal berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan. Sebelum transaksi, saham Tarabatuh Manunggal dimiliki Setiadi Widjaja sebanyak 37.600 lembar saham senilai Rp37,6 miliar, Probo Yuniar Wahyudianto sebanyak 26.960 lembar saham senilai Rp26,96 miliar, Felix Binarta dan Rocky Prawisuda Rahadianto masing-masing sebanyak 120 lembar saham dengan total nilai Rp240 juta.

Selain itu, perseroan yang menyebutkan dua direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengundurkan diri dari jabatan yang akan efektif bulan ini dan tahun depan. Disebutkan, dua direksi Indocement yang mengundurkan diri tersebut adalah Direktur Utama Daniel Lavalle dan Direktur Komersial INTP Nelson Borch.

Pengunduran Daniel Lavalle akan efektif pada 1 Mei 2014, sedangkan Nelson Borch akan efektif sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (6/12/2013). Dengan pengunduran diri dua direksi tersebut, HeidelbergCement Group melalui Birchwood Omnia Limited selaku pemegang saham mayoritas INTP telah mengusulkan calon penggantinya, yakni Christian Kartawijaya sebagai Direktur Utama INTP yang baru dan akan efektif pada 1 Mei 2014.

Sebelum diangkat sebagai Dirut INTP, Christian akan diangkat sebagai Direktur INTP yang efektif sejak 1 Januari 2014. Christian sempat menjabat sebagai Direktur Keuangan INTP sejak 1 September 2004 dan mengundurkan diri pada 1 Juni 2011 karena melanjutkan pendidikan ke luar negeri.Sementara Danield Kundjono Adam ditunjuk sebagai Direktur Komersial INTP yang baru dan akan efektif sejak ditutupnya RUPSLB. Danield sejak 1981 hingga saat ini menjabat sebagai Sales & Marketing Division Manager INTP.

Asal tahu saja, belum lama ini perseroan memulai pembangunan pabrik semen barunya yang berlokasi di Citereup, Bogor dengan nilai proyek sebesar Rp5,5-Rp6,5 triliun. Pembangunan pabrik ke-14 ini, ditargetkan selesai pembangunannya pada tahun 2015. Nantinya, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 4,4 juta ton semen/tahun.

Perseroan mengklaim, pabrik ini dirancang untuk menghasilkan semen berkualitas tinggi dengan menggunakan bahan cementitous atau bahan baku rendah karbon yang akan mengurangi emisi CO2, anergi dan air secara signifikan. (bani)

Related posts