Berpengaruhkah Gonjang-ganjing Rupiah di Bursa?

Melemahnya nilai tukar rupiah dinilai akan memberikan pengaruh terhadap emiten yang memiliki exposure US$ dalam operasionalnya. Diharapkan Rupiah yang melemah dapat terukur sehingga tidak memberikan dampak negatif berlebihan terhadap IHSG.

NERACA

"Pelemahan Rupiah untuk emiten eksportir tentu akan positif tetapi untuk emiten yang banyak melakukan impor material atau mesin kebutuhan operasi usaha dalam US$ akan memberi efek negatif dalam pelemahan Rupiah tersebut," ujar pengamat pasar modal Felix Sindhunata.

Menurutnya selama pelemahan Rupiah bersifat terukur maka pelemahan Rupiah cenderung tidak memicu sentimen negatif. Sementara itu, Kepala Riset PT Universal Broker Satrio Utomo menuturkan, pelemahan Rupiah memberi pengaruh besar terhadap emiten terutama emiten yang memiliki utang dalam US$.

Sedangkan Ekonom PT Indopremier Securities, Seto Wardhana mengatakan, pergerakan Rupiah masih berpotensi melemah dengan kisaran Rp9.717 per dolar AS pada 2013. Transaksi berjalan yang diperkirakan masih defisit memberikan tekanan terhadap Rupiah. Selain itu, menurut Seto, Bank Indonesia dinilai membiarkan Rupiah melemah untuk memperbaiki ekspor.

Selain itu, dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia diprediksikan tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya. Head of Equity Research PT Danareksa Sekuritas, Chandra Pasaribu mengatakan, dana asing bergantung kepada kondisi pasar modal dan penawaran saham perdana sejumlah perusahaan.

Menurutnya dana asing masuk ke pasar modal akan naik namun tren cenderung menurun. Investor asing dinilai membutuhkan portofolio saham baru dengan reputasi baik dan nama besar seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penawaran perdana saham.

Ia menambahkan, penawaran perdana saham yang terjadi pada 2012 lalu sebagian besar meraih dana tidak terlalu besar dan cenderung perusahaan relatif kecil dan menengah. "Inflow naik tetapi ada kecenderung menurun. Saat ini tantangan pasar modal adalah membutuhkan nama-nama baru dan mempunyai reputasi cukup baik. Tahun lalu memang ada 22 emiten yang mencatatkan perdana saham namun kapitalisasi pasar tidak besar," kata Chandra.

Berdasarkan data Badan Pengawas pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam) 2012, dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia sebesar Rp25,67 triliun pada 2011. Angka ini menurun sepanjang 2012 menjadi Rp15,44 triliun hingga 27 Desember 2012. Sementara itu, berdasarkan kurs tengah BI Kamis (10/1/2013), Rupiah berada di level Rp9.715.

Sementara itu, analis pasar uang Farial Anwar berpendapat, tingginya indeks harga saham gabungan (IHSG) seharusnya mampu melambungkan kurs rupiah terhadap dolar. Pasalnya 60% pasar digerakkan pembelian saham oleh asing. Sedangkan untuk pembelian saham tersebut, asing harus menukar dolar AS ke rupiah. Namun kenyataannya, meskipun IHSG terus mencetak rekor, kurs rupiah fluktuatif, bahkan cenderung melemah. “Sentimen dalam negeri yang membuat pergerakan rupiah menjadi anomali," ujar Farial.

Related posts