Tips Untuk Masuk ke Pasar Modal

NERACA

Pasang surut pasar saham seperti saat ini, dijadikan waktu yang sangat tepat berinvestasi di pasar modal. Termasuk bagi investor baru di pasar modal. Sebelum mulai berinvestasi, calon investor harus melakukan analisa keuangan atau financial check up.

"Kalau baru mau mulai, sebaiknya sebelum mulai itu bikin dulu analisis, namanya financial check up. Jadi, investasi ini kalau stage financial check up itu ada di stage (tahap) nomor 6. Jadi, kita tidak boleh nomor 6 dulu kalau 1,2,3,4,5 nya belum," tutur pakar perencana keuangan Aidil Akbar Majid di Jakarta.

Aidil memberikan saran untuk para investor baru, yang dimana tahap pertama yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi adalah utang. Menurutnya, calon investor harus terlebih dahulu menyelesaikan utang, terutama utang yang sifatnya konsumtif.

Kedua, perhatikan cash flow atau aliran dana masuk dan keluar sehari-hari. Untuk arus uang harus menunjukkan indikator positif. Ketiga, ketersediaan dana darurat. Calon investor harus terlebih dahulu memiliki dana darurat sebelum memulai investasi. Tujuannya agar investasinya langgeng.

"Misalnya saya punya dana darurat Rp 50 juta. Bursa lagi turun, terus tiba-tiba saya di-PHK. Kalau kita tidak punya emergency fund, saya musti tarik duit keluar dari bursa, rugi. Dengan saya punya dana darurat, sambil saya cari kerjaan, saya masih bisa hidup dari dana itu," tutur Aidil.

Dia menyarankan calon investor baru untuk membagi jangka waktu investasi menjadi investasi jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk investasi jangka pendek, produk yang pas yakni tabungan, deposito dan Obligasi Ritail Indonesia (ORI), dan logam mulia.

Sementara untuk investasi jangka menengah, produk ORI, logam mulia, reksadana pendapatan tetap dan berbagai macam obligasi, bisa menjadi pilihan para investor. Saat ini, menurut Aidil, adalah waktu yang tepat membeli saham. "Sekarang ini, tergantung profile risikonya. "Kalau kayak saya, saya masukin saham, ini sudah masukin pelan-pelan," tutur Aidil.

BERITA TERKAIT

Pasar Mobil Premium RI Diyakini Bakal Berkembang

BMW Group Indonesia merasa optimistis pasar mobil kelas premium akan terus berkembang di Tanah Air. Ada berbagai faktor yang melatarbelakangi…

Adhi Commuter Properti Garap Pasar LRT

Adhi Commuter Properti Garap Pasar LRT NERACA Jakarta - PT Adhi Commuter Properti (ACP) anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero)…

Pancasila untuk Indonesia, Tidak Ada Tempat bagi Khilafah

Oleh: Maman Harun, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan  Pertemuan antara dua ormas Islam terbesar di Indonesia telah memberikan penegasan yang kuat bagi…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…