Meningkatkan Status Gizi di Indonesia - Scott’s Memberikan Penyuluhan Kepada Orangtua

NERACA

Sebagai upaya mendukung masalah gizi di Indonesia Scott’s memberikan pelatihan atau edukasi Kader Gizi kepada 10 Puskesmas di Jabodetabek. Ini sejalan dengan Gerakan Nasional Sadar Gizi yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia dalam keikutsertaannya dalam SUN(Scalling-Up Nutrition)Movementoleh PBB.

Menurut dr.Maria Melisa, head of expert marketing GlaxoSmithKline, Pelatihan Kader Gizi dengan peserta dari 10 Puskesmas di Jabodetabek ini bertujuan untuk mendidik Kader Gizi untuk memerangi kekurangan gizi di Indonesia melalui edukasi penanganangizi sejak 1.000Hharipertama kehidupan(dari 270 hari masa kehamilan hingga anak usia dua tahun 730 hari), karena masa ini merupakan masa paling penting pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental.

Pelatihan ini dilanjutkan dengan program penyuluhan kepada ibu-ibu Baduta di 52 titik, di 10 Puskesmas se-Jabodetabek untuk meningkatkan pengetahuan Ibu-ibu mengenai pemberian asupan gizilebih baik untuk meningkatkan status gizidi Indonesia.

Hal senada diungkapkan Entos Zainal, MPHM, selaku Kasubdit Bina Gizi Makro, Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan RI. Dia mengatakan, saat ini edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya asupan gizi padagolden ageatau 1000 hari pertama kehidupan dalam masa pertumbuhan anak masih perlu ditingkatkan, karena pada masa ini akan mengoptimalkan peningkatan gizi yang baik untuk anak.

“Masyarakat, khususnya orang tua, terkadang belum sepenuhnya memahami bahwa masa-masa penting pertumbuhan ini harus didukung dengan memaksimalkan gizi yang baik untuk anak,” tuturnya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sangat menghargai dukungan pelaku usaha yang mendukung Gerakan Nasional Sadar Gizi di seluruh Indonesia. "Harapan kami, program ini dapat menurunkan jumlah anak balita yang mengalami kekurangan gizi di Indonesia," kata Entos lagi.

Related posts