Data Inflasi Topang Penguatan IHSG di Zona Hijau - Hanya Sentimen Jangka Pendek

NERACA

Jakarta – Adanya rilis inflasi dan neraca perdagangan yang dianggap positif memberikan amunisi baru pada IHSG sehingga dapat memperpanjang kenaikan yang sebelumnya di capai pada Jumat lalu (29/11). Menurut Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada, walaupun rilis inflasi tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya namun, tidak terlau tingginya angka inflasi tersebut membuat pelaku pasar tidak menanggapinya terlalu negatif.

Ini terlihat dari laju Rupiah yang mengalami penguatan turut menambah sentimen positif yang ada. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4331,59 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4265,60 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4321,98. Volume perdagangan dan nilai total transaksi juga naik. Laju Rupiah Rilis akselerasi inflasi zona Euro telah membuat laju nilai tukar Euro mampu bergerak lebih tinggi dari dolar AS. Dengan rilis akselerasi tersebut memberikan persepsi nantinya ECB akan menahan stimulusnya sehingga nilai tukar Euro dapat menguat. “Akan tetapi, sentimen positif tersebut tidak banyak berimbas pada laju nilai tukar Rupiah yang masih dalam tren pelemahannya”, katanya di Jakarta, Senin (2/12).

Sentimen yang biasa datang di akhir bulan ialah perkiraan kondisi rilis data neraca pembayaran dan perdagangan turut mempengaruhi laju nilai tukar Rupiah. Laju Rupiah dapat bertahan di atas target support Rp12070. Rp12000-11950 (kurs tengah BI).

Sementara itu, laju bursa saham Asia variatif dan cenderung melemah jelang akhir pekan kemarin. Ini terjadi seiring penurunan saham-saham produsen minyak pasca sentimen pelemahan harga kontrak minyak karena merespon kenaikan cadangan minyak AS. Adanya rilis positif kenaikan manufacturing production dan retail sales KorSel yang dibarengi dengan rilis kenaikan tipis manufacturing PMI Jepang belum cukup dapat menopang kenaikan bursa saham Asia karena terhalangi oleh rilis rendahnya household spending dan inflasi Jepang.

Laju bursa saham Eropa variatif cenderung melemah setelah dirilisnya penurunan GFK consumer confidence Inggris dan retail sales Jerman. Begitupun dengan rilis consumer spending Perancis yang juga mengalami penurunan dan tetapnya angka unemployment rate Italia menambah sentimen negatif.“Tidak adanya data-data yang dirilis membuat pelaku pasar kembali menahan diri sambil menunggu rilis data-data ekonomi yang akan dirilis pekan depan dan kepastian akan jadi tidaknya tappering off mulai diberlakukan pada Desember 2013 nanti”, jelasnya.

Berikutnya, pada perdagangan Selasa (3/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4250-4285 dan resistance 4340-4345. Laju IHSG sempat berada di atas kisaran target resisten (4267-4270) seiring dengan meningkatnya aksi beli seiring adanya sentimen positif. Diharapkan sentimen ini dapat terjaga meskipun kenaikan ini membentuk adanya gap 4256-4265.

Pertimbangan saham-saham yaitu BBNI Spt4100-4175 Rst4325-4425|White marubozu. RSI upreversal|Trd buy selama up4225 , AKRA Spt4625-4750 Rst4875-4925|Hammer di daerah MBB|Trd buy selama up4800 , SMRA Spt860-890 Rst970-990|Spinning lewati MBB|Trd buy selama up940 , LPCK Spt4650-4825 Rst5250-5350|Ladder bottom di MBB|Trd buy selama up5050 .

Saham-saham lainnya yaitu SMGR 12650-13500|Trd buy selama up13050 , TLKM 2100-2250|Trd buy selama up2175 , ASII 6200-6550|Trd buy selama up6350 , INDF 6500-6850|Trd buy selama up6650 , BMRI 7600-7950|Trd buy selama up7600. (nurul)

Related posts