Akuisisi Axis, XL Axiata Perkuat Jaringan 3G - Menuai Berkah Pelanggan Bertambah

NERACA

Jakarta- PT XL Axiata Tbk (EXCL) secara resmi mengantongi persetujuan untuk melakukan akusisi dan merger dengan PT AXIS Telekom Indonesia (AXIS). Dengan adanya persetujuan tersebut dinilai akan dapat mengatasi keterbatasan dari sisi sumber daya maupun kapasitas jaringan perseroan. Utamanya, memaksimalkan jaringan secara signifikan baik untuk 2G maupun 3G.

Presiden Direktur EXCL, Hasnul Suhaimi mengatakan, perseroan telah mengantongi persetujuan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 29 November 2013. Dalam surat persetujuan tersebut, kominfo memutuskan spektrum yang dikembalikan sebesar 10 MHz di frekuensi 2100. “Kami yakin bahwa keputusan tersebut akan memberikan manfaat optimal untuk pengembangan dan penguatan bisnis perseroan ke depan. Walaupun pada awalnya kami berharap hanya 5 MHz di 2100 yang dikembalikan ke Pemerintah.” katanya di Jakarta, Senin (2/12).

Menurut dia, keseluruhan spektrum Axis sejumlah 15 MHz di 1800 MHz diberikan seluruhnya kepada perseroan, yang akan digunakan untuk memajukan industri telekomunikasi bersama seluruh stakeholder. Selain itu, persetujuan akuisisi dan merger yang diberikan regulator kepada XL akan dapat mengatasi keterbatasan sumber daya yang dihadapi XL.

Sekaligus memberikan kapasitas tambahan yang bermanfaat bagi stakeholders. Termasuk efisiensi aset dan belanja modal perseroan. “Lebih dari 65 juta pelanggan akan diuntungkan melalui kualitas layanan yang lebih prima dan cakupan jaringan yang luas.” imbuhnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan menyiapkan semua langkah-langkah dan persyaratan yang harus ditempuh sesuai aturan. Termasuk memperoleh persetujuan dari regulator terkait dan pemegang saham XL melalui RUPSLB.

Meski disebut sebut menguntungkan, langkah akuisisi Axis oleh EXCL sebelumnya menuai komentar dari pelaku pasar. Analis dari PT Buana Capital, Alfred Nainggolan misalnya. Dia menilai langkah akuisisi Axis belum tentu dapat menambah jumlah pelanggan yang besar bagi EXCL. Hal ini ditengarai karena kemungkinannya pelanggan XL juga ada yang menggunakan kartu Axis.

Oleh karena itu, menurut dia, dampak akuisisi dan merger dua perusahaan telekomunikasi ini baru akan terlihat dalam jangka menengah bagi perseroan setelah akuisisi tersebut diselesaikan. “Ini merupakan langkah berani yang dilakukan EXCL. Tapi tidak terlalu cukup untuk menambah jumlah pelanggan dan menyaingi jumlah pelanggan Telkomsel,” jelasnya.

Seperti diketahui, PT XL Axiata Tbk sebelumnya telah menandatangani condition sales and purchase agreement (CSPA) untuk mengakuisisi saham Axis oleh PT XL Axiata dengan Saudi Telecom dan Teleglobal. Dalam transaksi ini XL akan membayar nilai nominal saham yang disepakati dan akan membayar sebagian dari utang dan kewajiban AXIS.

Kesepakatan perjanjian jual beli ini meliputi yaitu Teleglobal akan menjual 95% saham di AXIS kepada XL. 100% nilai perusahaan AXIS dinilai sebesar S$865 juta, dengan catatan buku AXIS bersih dari utang dan posisi kas nol (cash free and debt free). (lia)

Related posts