Bank Panin Syariah Bidik Investor Malaysia - Targetkan Dana IPO Rp 500 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Bank Panin Syariah (BPS) akan roadshow ke sejumlah negara seperti Malaysia dan Singapura untuk melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) yang dinilai memiliki pasar besar untuk syariah.

Direktur PT Evergreen Capital Rudy Utomo menyebutkan, sebagai emiten pertama dari sektor perbankan yang memang menjalankan bisnis perbankan syariah akan menarik minat investor baik domestik ataupun asing yang menginginkan efek syariah yang memang berbisnis secara syariah dan ajaran agama Islam,”Bank Panin Syariah akan menjadi pelopor perbankan syariah pertama listing di pasar modal, nantinya akan ada bank syariah lain mengikuti jejaknya”, ujarnya di Jakarta, Senin (2/12).

Dirinya menuturkan, tercatat sebagai bank syariah pertama melantai di pasar modal, diyakini bakal menarik banyak minat investor baik dalam negeri ataupun luar negeri terutama yang menginginkan efek syariah. Oleh karena itu, perseroan bersama penjamin emisi dalam roadshow penawaran saham perdana hanya akan mengutamakan negara terdekat yaitu Malaysia dan Singapura yang memiliki penduduk Islam.

Kata Rudy, sudah ada beberapa investor yang menyatakan niat untuk membeli saham Bank Panin Syariah. Namun, akan melihat potensi investor yang akan menyerap saham Bank Panin Syariah karena baru akan terlihat investor yang serius dengan saham BPS pada saat road show nanti."Sudah ada beberapa investor stand by buyer yang sudah menyatakan minatnya. Namun kami harus melakukan public expose dan road show untuk lebih jelas lagi”, katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Panin Syariah Deny Hendrawati mengatakan, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 50% atau 5 milyar saham dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga Rp100-Rp120 per saham. Dengan target dana yang dapat diraih dari IPO sebesar Rp500 miliar-Rp600 miliar,”Saham yang kami lepas sebesar 50% dari jumlah saham kami, karena kami membutuhkan dana untuk menambah modal dari Buku I ke Buku II”, ujarnya.

Dia menyebutkan, dana hasil IPO sekitar 80% akan digunakan sebagai modal kerja perseroan yang tujuannya untuk memperkuat struktur pendanaan jangka panjang dalam rangka mendukung ekspansi pembiayaan.“Kita akan masuk ke Buku II yang berdasarkan peraturan harus memiliki dana minimal Rp1 triliun. Sedangkan, sisa dananya sekitar 20% akan dialokasikan untuk pengembangan jaringan termasuk didalamnya infrastruktur perseroan”, katanya.

Nantinya dengan Buku II, Bank Panin Syariah akan dapat menyimpan dana nasabah untuk urusan haji dan umroh. Selain itu, juga berencana menambah 20 kantor cabang dan 1 kantor kas pada 2014 mendatang. Pada tahun ini, perseroan baru memiliki 11 kantor cabang yang beroperasi. Disebutkan bahwa dana haji potensinya dan umroh lebih dari Rp50 triliun terutama di Jawa.

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Panin Syariah Hadi Purnomo menyebutkan, perseroan juga menargetkan pembiayaan Rp3,4 triliun dan laba dikisara Rp100-110 miliar pada akhir tahun 2014 nanti. Asal tahu saja, perseroan berharap aset tahun depan diproyeksikan mencapai Rp 4,5 triliun seiring dengan dihimpunnya dana IPO. Aksi korporasi lainnya, perseroan juga akan menerbitkan maksimal 1 miliar waran seri I atau 20% dari total saham yang ditempatkan sebelum penawaran umum. (nurul)

BERITA TERKAIT

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

Upsus Siwab Targetkan Kelahiran Sapi Hingga 3,5 Juta Ekor

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menargetkan kelahiran anak sapi hingga 3,5 juta ekor…

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…