Hipmi Jaya Gelar Musda Awal Januari 2014 - Memilih Ketua Umum Baru

NERACA

Jakarta - Masa kepengurusan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (Hipmi Jaya) di bawah Andhika Anindyaguna Hermanto, akan segera berakhir. Oleh karena itu, Hipmi Jaya berencana menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XV pada 11 Januari 2014 mendatang. Agenda utama dari Musda tersebut yaitu pemilihan pengurus baru untuk periode 2014-2017.

Bagoes Hermanto, panggilan akrab Andhika selaku Ketua Umum Hipmi Jaya menuturkan, dari total anggota sebanyak 3.000 orang dan anggota aktif sebesar 1.100 orang, maka terpilih lima kandidat bursa calon Ketua Umum Hipmi Jaya.

Kelima kandidat tersebut yaitu Wakil Bendahara Umum IV Hipmi Jaya Iskandarsyah Rama Datau; Yuke Yurike yang menjabat sebagai Ketua Kompartemen Industri Kreatif Berbasis Desain, Arsitek dan Fesyen Hipmi Jaya.

Selanjutnya, Pank Agung Pamungkas, Ketua Kompartemen Media Industri Kreatif BPD Hipmi Jaya; Rishi Wahab selaku Sekretaris Umum BPC Hipmi Jakarta Utara dan Ketua Kompartemen Perhotelan dan Restoran BPD Hipmi Jaya serta Gernando Hutagalung, Ketua BPC Hipmi Jakarta Timur dan Ketua Departemen Pajak BPD Hipmi Jaya.

"Kelima kandidat ini memiliki latar belakang dan menekuni bidang usaha yang berbeda. Tapi mereka mempunyai peluang yang sama. Mereka adalah sosok pemimpin yang mumpuni, sukses membangun usahanya, dan yang pasti, telah mengalami proses kaderisasi yang cukup di Hipmi Jaya,” ujar Bagoes di Jakarta, Senin (2/12).

Dengan demikian, dirinya berharap regenerasi Hipmi Jaya menjadi rumah kaderisasi pencetak kader-kader pemimpin berkualitas dan dapat menyumbang pengembangan ekonomi nasional. Sehingga Hipmi Jaya terus mencetak para pengusaha muda yang handal untuk menjadi pelaku ekonomi yang turut berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Menurut Direktur Utama PT Sugih Energy Tbk itu, pengembangan ekonomi nasional dapat dilakukan dengan membuat gerakan kewirausahaan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas wirausaha di Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholders.

Selain itu, kata Bagoes, Hipmi Jaya terus menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta menyuarakan aspirasi pengusaha muda untuk terus membangun perekonomian, khususnya wilayah Jakarta dan secara nasional.

Fokus

Terkait depresiasi rupiah, Bagoes mengatakan harga komoditas ekspor Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir ini sangat tinggi. Namun, ketika kondisi balik arah, sehingga memberi pengaruh terhadap Indonesia.

"Kita tentu tidak mengharapkan adanya krisis. Jangan sampai ini (kejatuhan nilai rupiah) mengarah ke krisis. Untuk itu, saat ini sudah waktunya kita fokus pada upaya untuk meng-upgrade diri dan meningkatkan nilai keekonomian agar tidak terlalu bergantung pada harga komoditi dunia,” ungkapnya.

Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Senin (2/12) sore terapresiasi menjadi Rp11.880 per dolar AS atau sebesar 86 poin dibandingkan posisi Jumat (29/11) pekan lalu Rp11.966 per dolar AS. Sementara kurs tengah Bank Indonesia tercatat menguat menjadi Rp11.946 per dolar AS disbanding pekan lalu yang di posisi Rp11.977 per dolar AS. [ardi]

Related posts