2014, Adira Finance Targetkan Pembiayaan Naik 10%

NERACA

Jakarta - Pada2014 mendatang, PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) menargetkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 10%. Target ini sekitar Rp36,3 triliun jika dibandingkan target 2013 ini yang mencapai Rp33 triliun.Head of Corporate Secretary Adira Finance, Perry B Slangor juga menjelaskan penjualan kendaraan bermotor sendiri masih memiliki potensi yang tinggi tahun depan. “Tahun ini target penjualan mobil sendiri masih ada diatas 1 juta unit, ” kata Perry di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hingga periode September 2013 ini, tambah Perry perusahaan berhasil membukukan pembiayaan baru sebesar Rp24,8 triliun atau tumbuh 2% dalam satu tahun dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk piutang yang dikelola perusahaan tumbuh 5% menjadi Rp47,4 triliun. “September tahun ini tumbuh hanya 2%. Karena ada dampak aturan DP (uang muka), ini pengaruh lebih banyak ke motor,” tambah Perry.

Perry juga mengatakan, untuk mendukung ekspansi bisnis, Adira masih mengandalkan pendanaan yang berasal dari surat utang dan pinjaman bank. Hingga September ini, porsi pendaaan obligasi sebesar 52% dan sisanya 48% dari pinjaman bank.

Sebelumnya, Adira memang telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar USD200 juta atau setara Rp2,38 triliun dari sindikasi kredit yang ditukangi BNP Paribas, yang diikuti 11 bank asal beberapa negara.

“Kami akan menggunakan pinjaman ini untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor untuk membantu mencapai target pembiayaan baru pada tahun ini dan pembiayaan tahun depan,” kata Direktur Utama Adira Finance Willy Suwandi Dharma, dalam siaran persnya di Jakarta.

Menurutnya, kepercayaan para investor terhadap Adira Finance memberikan keyakinan terhadap pihaknya dalam kondisi bisnis yang penuh tantangan saat ini memberikan keyakinan juga bagi perseroan untuk menghadapi 2014.

Sedangkan untuk Laba bersih kuartal III tahun ini naik 11% menjadi Rp1,237 triliun hingga akhir bulan September 2013. Sementara piutang yang dikelola perusahaan tumbuh 5% menjadi Rp47,4 triliun hingga September.

Menurut Willy, hal inimenunjukan bahwa business model yang selama ini digunakan oleh Adira Finance memang cukup resilience untuk menghadapi kondisi-kondisi yang tidak menentu. "Walaupun DP minimum mempengaruhi pertumbuhan tahun lalu, namun kami mulai melihat recovery dari dampak DP minimum tahun lalu," ujar Willy.

Sementara itu, Direktur Pemasaran pembiayaan perusahaan Adira Fianance Hafid Hadeli mengatakan bahwa dampak dari pemberlakukan DP minimum untuk pembiayaan konvensional pada pertengah tahun 2012 yang lalu disusul pemberlakuan DP minimum untuk pembiayaan berbasis syariah pada awal tahun 2013 ini sedikit banyak masih membayangi industri otomotif dan multifinance.

"Namun pemulihan yang nyata pada pembiayaan dapat terlihat pada kuartal I-2013, pangsa pasar untuk sepeda motor baru dan mobil baru masing-masing mencapai 9,7% dan 4,7% bila dibandingkan dengan penjualan industri," ujar Hafid. [sylke]

BERITA TERKAIT

Bank Jatim Dorong Pembiayaan Rumah Syariah

    NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melalui Unit Usaha Syariah (UUS)…

PG Rendeng Kudus Targetkan Produksi Gula 12.700 Ton

NERACA Jakarta – Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus, Jawa Tengah, pada musim giling 2019 menargetkan tingkat produksi gula sebanyak 12.700…

Targetkan Jangkau 100 Ribu UMKM - DIVA Siapkan Belanja Modal Rp150 Miliar

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar guna mendongkrak penjualan, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) akan menjangkau lebih banyak lagi pelaku…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Meski Terjadi Aksi 22 Mei, Transaksi Perbankan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan demonstrasi terkait Pemilu pada 22 Mei 2019 yang diwarnai…

Libur Lebaran, BI Tutup Operasional 3-7 Juni

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk meniadakan seluruh kegiatan operasional pada 3-7 Juni 2019 atau…

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…