Bank DKI Berikan Pembiayaan Sindikasi Rp1,075 Triliun

NERACA

Surabaya - PTBank DKI terus tingkatkan intermediasi perbankan.Akhir November 2013 kemarin, Bank DKI memimpin 2 pembiayaan sindikasidengan total sebesar Rp1,075 triliun. Kedua pembiayaan tersebutmeliputi sindikasi bersama dengan Bank Sulut, Bank Kalsel Bank Maluku,Bank BPD DIY untuk pembiayaan pembangunan skyline condotel and officebuilding di Surabaya kepada PT. Menara Bumi Sejahtera senilai Rp275milliar yang ditandatangani pada 29 November 2013.

Sebelumnya,pada minggu yang sama pada 25 November 2013, Bank DKI jugamemimpin kredit sindikasi kepada satu perusahaan kertas dan buburkertas nasional senilai Rp800 miliar dengan menggandeng Bank Papua,Bank Kalsel, Bank Kaltim, Bank Sulut, dan Bank Maluku. Pada keduasindikasi tersebut, Bank DKI juga berperan sebagai agen fasilitas,agen escrow dan agen jaminan.

Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi PT. Menara Bumi Sejahteratersebut dihadiri dan ditandatangani oleh Pemilik PT. Menara BumiSejahtera, Oei Robby Wijaya dan Direktur Pemasaran Bank DKI, MulyatnoWibowo bersama dengan Direktur Pemasaran Bank Sulut, Novi Ventje BertiKaligis, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Supian Noor, Pemimpin CabangJakarta Bank Maluku, Johanis M sohilait dan Pemimpin Divisi Kredit BPDDIY Widodo.

Direktur Pemasaran Bank DKI, Mulyatno Wibowo menuturkan, hingga akhirNovember 2013, Bank DKI telah memimpin kredit sindikasi senilai Rp1,6triliun. “Pada saat ini kami sedang pula menyelesaikan finalisasi 2pembiayaan sindikasi di bidang perkebunan kelapa sawit dan property
senilai Rp1,3 triliun yang diharapkan akan dapat ditandatangani padaminggu ketiga bulan Desember 2013” imbuh Mulyatno di Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu.

Mulyatno menuturkan dibanding tahun 2012 yang pada saat itu Bank DKIdapat memimpin pembiayaan sindikasi hingga mencapai Rp4,02 triliun, kreditsindikasi yang diinisiasi dan dipimpin BDKI di tahun 2013 menurunnilainya karena beberapa mandate pembiayaan ditunda pelaksanaanyaberkaitan dengan gejolak kondisi makro ekonomi di semester II yangmengakibatkan terjadinya kenaikan suku bunga dan pelemahan nilai tukarrupiah terhadap dolar AS, yang berdampak lebih lanjut pada ditundanyapelaksanaan project financing maupun ekspansi usaha dibeberapa calondebitur sindikasi.

Kinerja

Kinerja Bank DKI terus menunjukkan trend yang meningkat. Per Oktober2013, Bank DKI mampu mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp672,24miliar atau mengalami lesatan pertumbuhan sebesar 113,24% dibandingperiode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut terutama ditopangoleh pertumbuhan kredit sebesar 39,14% (YoY) dari Rp13,63 triliun padaperiode Oktober 2012 menjadi Rp18,96 triliun pada periode Oktober2013. Dana Pihak Ketiga Bank DKI per Oktober 2013 tercatat sebesarRp24,22 triliun per Oktober 2013, naik sekitar 5,5% (YoY) dari periodesebelumnya. Total asset Bank DKI periode Oktober 2013 berada padaposisi Rp29,96 triliun. [ardi]

Related posts