Tips Membuat Biopori

Banjir memang masih menjadi masalah yang sering terjadi dan sering dihadapi oleh pemilik hunian, yang berada didesa maupun diperkotaan. Kepadatan hunian saat ini dianggap menjadi salah satu faktor air hujan susah terserap tanah hingga menimbulkan banjir. Kurangnya pengetahuan akan membangun hunian dengan konsep berwawasan lingkungan menjadi salah satu penyebabnya.

Biopori merupakan suatu metode resapan air yang berguna untuk mengatasi masalah banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Tak hanya itu saja ada beberapa lagi manfaat dari biopori, antara lain : mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi dari gas rumah kaca, serta memanfaatkan peran hewan-hewan kecil yang ada di dalam tanah.

Lubang resapan biopori merupakan lubang yang berbentuk silindris, dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan berdiameter 10 cm dan dengan kedalaman sampai dengan 100 cm.Alat yang bisa kita gunakan untuk membuat lubang biopori yaitu bor tanah khusus untuk biopori ataupun alat lainnya yang dapat digunakan untuk membuat lubang vertikal.

Buatlah lubang silindris menggunakan bor biopori ke dalam tanah dengan diameter 10 cm. Kedalamannya antara 30 - 100 cm tergantung dengan kondisi tanah yang ada. Jarak antar lubang 50 - 150 cm. Mulut lubang biopori dapat dikuatkan dengan semen ketebalan 2 cm serta lebar 2-3 cm di sekelilingnya.

Pada lubang tersebut sebaiknya dimasukkan pipa paralon sampai ujung pipa paralon rata dengan permukaan tanah yang ada, pipa tersebut berperan sebagai penyangga atau penahan tanah yang ada di sisi-sisi lubang biopori.

Isilah lubang biopori itu dengan berbagai macam sampah organik secara penuh seperti sampah dari dapur, sisa tanaman, daun, ranting dan lain sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar hewan-hewan tanah dapat mengurai sampah tersebut menjadi kompos. Sampah organik perlu diisi secara periodik kedalam lubang yang isinya telah menyusut karena proses pelapukan.

Lubang resapan sebaiknya dipelihara secara teratur dengan cara membersihkan sekitar lubang dari hal-hal yang berpotensi mengganggu fungsi dari lubang tersebut. Pemeliharaan tersebut bisa dilakukan bersamaan dengan pengambilan kompos yang telah terbentuk di dalam lubang.

Related posts