Dyandra Akhiri Aksi Korporasi Buyback Saham

NERACA

Jakarta – Meskipun pergerakan indeks BEI masih rawan terkoreksi seiring anjloknya nilai tukar rupiah, tidak membuat menyurutkan PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) untuk menghentikan pembelian kembali saham (buyback). Pasalnya, belum lama ini perserpan menyampaikan penghentian aksi korporasinya buyback saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Seketaris Perusahaan PT Dyandra Media International Tbk Daswar Marpaung mengatakan, perseroan mengakhiri periode pembelian kembali saham DYAN yang telah dilaksanakan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) per 25 November 2013. Perseroan melakukan buyback saham sejak 12 September 2013 dengan nilai Rp240 per saham dan terakhir pada 22 November 2013 senilai Rp255 per saham. Adapun total saham yang di-buyback perseroan sebanyak 62.391.500 saham dengan nilai sekitar Rp16,70 miliar.

Sebagai informasi, hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun. Hingga September, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba operasi sebesar 85% dari Rp37,86 miliar pada September 2012 menjadi Rp70,06 miliar. Pertumbuhan pendapatan sebesar 54% menjadi Rp638 miliar pada September 2013 dari Rp413 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar hingga Juli dari segmen penyelenggara pameran dan acara (event organizer) sebesar Rp472 miliar dari sebelumnya Rp274 miliar.“Peningkatan yang cukup besar ini disebabkan karena adanya pertumbuhan jumlah dan luasan pameran yang diadakan dan terus bertambah dengan diselenggarakannya convention and exhibition baru seperti Petroleum Association Conference and Exhibition 2013 yang diselenggarakan pada Mei 2013 lalu”, ujar Direkur Utama PT Dyandra Media International Tbk Lilik Oetama.

Sementara Direktur Operasional PT Dyandra Media International Tbk, Danny Budiharto pernah bilang, tahun ini perseroan juga akan menangani 735 acara dan sebagian besar keuntungan perseroan didapat dari penyelenggaraan acara-acara tersebut dan sisanya didapat dari bisnis properti perseroan. Untuk bisnis properti, perseroan menargetkan membangun 21 hotel hingga tahun 2014. Hotel yang sudah terealisasikan sebanyak 7 hotel yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurut dia, hingga akhir tahun perseroan akan memiliki 10 hotel dan 11 hotel di tahun depan. Sisanya, 3 hotel lagi akan selesai pada Desember tahun ini.“Nilai investasi untuk pembangunan hotel budget atau berbiaya murah sebesar Rp300 juta per kamar. Untuk investasi pembangunan hotel Santika sekitar Rp500 juta per kamar, sedangkan Amaris Rp300 juta per kamar,”ujar dia.

Nantinya, setelah pembangunan hotel pendapatan perseroan diprediksi akan berimbang antara event dan pendapatan dari properti yaitu hotel. Diakuinya, saat ini event masih mendominasi dalam kontribusi pendapatan perseroan. Perseroan memproyeksikan pendapatan hingga September 2013 sebesar Rp638 miliar atau tumbuh 54% dari periode yang sama ditahun sebelumnya Rp413 miliar.“Hingga akhir tahun target pendapatan kami naik 60% dari tahun sebelumnya. Kita optimis dapat tercapai, walau dipertengahan tahun ada gejolak ekonomi. Terlihat 702 event terselenggara pada tahun lalu, tahun ini mencapai 735 event,”ungkapnya. (bani)

Related posts