Pemerintah Restui XL Akuisisi Axis

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirya menyetujui permohonan akuisisi yang dilakukan PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Axis Telekom Indonesia (Axis). Persetujuan tersebut tertuang dalam surat Menteri Kominfo No 1147/M.KOMINFO/UM.01.01/11/2013 tertanggal 28 November 2013 yang juga ditembuskan kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Informasi tersebut disampaikan Kementerian Kominfo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto mengatakan, surat tersebut intinya menyebutkan, dengan memperhatikan permohonan akuisisi tersebut sejalan dengan visi pemerintah mengenai perlunya konsolidasi untuk menyehatkan industri telekomunikasi.

Dia juga menuturkan, berdasarkan hasil kajian aspek yuridis, hasil kajian aspek persaingan usaha, di mana delta Herfindahl-HirschmanIndex (HHI) kurang dari 150, maka tidak terdapat kekhawatiran adanya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat. Karena, kata dia, perubahan struktur pasar yang terjadi tidak cukup signifikan, hasil kajian aspek sumber daya penomoran, hasil kajian aspek sumber daya spektrum frekuensi radio, hasil kajian aspek Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan hasil kajian kepentingan konsumen.

Atas dasar itu, Menkominfo menyetujui permohonan rencana akuisisi yang dilanjutkan dengan penggabungan perusahaan (dua tahap), sebagaimana yang disebutkan dalam surat kedua penyelenggara telekomunikasi tersebut. Persetujuan itu diberikan dengan syarat mengembalikan izin pita spektrum frekuensi radio selebar 2x10 MHz di pita frekuensi 2,1 GHz (3G), yaitu frekuensi 1975-1980 MHz yang berpasangan dengan 2165-2170 MHz dan frekuensi 1955-1960 MHz yang berpasangan dengan 2145-2150 MHz. (bani)

BERITA TERKAIT

BCA Pastikan Akuisisi Bank Royal

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk memastikan telah memulai proses akuisisi seluruh saham PT. Bank…

Pemerintah Tetapkan Penjualan SBR006 Sebesar Rp2,2 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR006 sebesar Rp2,2 triliun yang…

Akuisisi Bank Permata Sejalan Aturan "Single Presence Policy"

NERACA Jakarta – Tren maraknya perbankan merger ataupun diakuisisi perbankan asing, tentunya memberikan gambaran ketatnya persaingan industri perbankan dalam negeri.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 8,57%

NERACA Jakarta – Per Maret 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan kontrak baru senilai Rp3 triliun atau 8,57%…

Laba Bersih Sari Roti Tumbuh 123,23%

Di kuartal pertama tahun ini, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 64,85 miliar atau…

Multi Bintang Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Meski perolehan laba sepanjang tahun 2018 kemarin tertekan, emiten minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk tetap…