Publik Belum Percayai Konsep MP3EI

Publik Belum Percayai Konsep MP3EI

Jakarta----Pelaku pasar di dalam negeri masih belum mempercapai keberhasilan konsep konektivitas dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Bahkan malah membangun infrastruktur sendiri ketimbang mesti bekerjasama. "Yang terjadi sekarang, pelaku pasar justru tidak percaya market, dan lebih baik membuat infrastruktur sendiri,” kata Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia (UI) Firmanzah kepada wartawan di Jakarta, (18/7)

Firmanzah memberi contoh, bagaimana sebuah perusahaan membuat sendiri pelabuhan

Misalnya sebuah perusahaan lebih baik membangun pelabuhan sendiri dibandingkan harus bekerja sama dengan suatu pelabuhan dalam proses distribusi," tambahnya.

Lebih jauh kata Firmanzah, hal ini menunjukkan internalisasi masih dominan dibandingkan dengan eksternalisasi. Padahal konektivitas antar wilayah dapat efektif dan efisien jika trust society tercipta melalui berbagai perjanjian kerja sama antar institusi. "Misalnya institutional arrangement antar pemerintah daerah. Tanpa ini, konsep konektivitas MP3EI hanya di atas kertas," jelasnya.

Selain itu, lanjut Firmanzah, ada faktor lain yang menghambat keberhasilan konektivitas antar wilayah adalah tingkat rivalitas yang cukup tinggi. "Sekali lagi, jika rivalitas antarwilayah tinggi, yang tercipta adalah internalisasi. Keadaan ini tidak akan mendorong konektivitas," cetusnya.

Penulis buku Marketing Politik ini mengungkakan di Eropa, yang menjadi penggerak konektivitas adalah kesepakatan antarpemerintah. "Untuk Indonesia, perlu juga dimulai dengan mengaitkan aktor-aktor yang berkepentingan dengan konektivitas ini, misalnya menteri yang satu dengan yang lainnya," tukasnya.

Namun diakui, Dekan termuda FEUI ini, MP3EI ini bisa memperkuat konektivitas ASEAN. Bahkan sedikitnya, ada tiga pola konektivitas yang perlu dikembangkan setiap negara ASEAN untuk membangun konektivitas. "People connectivity dapat dicapai dengan mengurangi kesenjangan pendapatan antarnegara, meraih keseimbangan Human Development Index (HDI), meningkatkan peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta mengurangi identitas nasional," tandasnya.

Dikatakan Firmanzah, faktor tersulit dalam mewujudkan people connectivity adalah mengurangi identitas nasional. "Padahal, untuk mewujudkan people connectivity ASEAN, kita perlu membangun jati diri sebagai kelompok. Yang terjadi, isu identitas ASEAN dipatahkan dengan kuatnya identitas nasional masing-masing negara," imbuhnya.

Pola kedua adalah physical connectivity. Pola ini meliputi permodalan ASEAN, aspek teknologi, dukungan politik dari internal setiap negara, serta pengklasteran produksi komoditas.

"Aspek teknologi tidak hanya berupa hardware, tetapi juga termasuk infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan. Yang sulit dalam mewujudkan physical connectivity adalah mendapatkan dukungan politik dari masing-masing negara," ujar Firmanzah.

Pola ketiga adalah institutional connectivity. Pola ini terwujud dengan menjembatani kepentingan nasional setiap negara, menghadapi musuh bersama, berbagi bahasa yang sama, serta mendapat dukungan politik yang kuat.

"Kesulitan mewujudkan institutional connectivity ada pada proses menjembatani kepentingan nasional. Sebab, seringkali kepentingan nasional antarnegara justru bersaing head to head. Ini akan menimbulkan kesulitan juga pada upaya untuk menghadapi musuh bersama ASEAN seperti China dan Amerika Serikat," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Kinerja Saham PGN Belum Masih Tertekan - Holding BUMN Migas Dibentuk

NERACA Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan pembentukan holding BUMN migas terwujud pada triwulan-I tahun 2018.”Setelah holding BUMN industri…

Pemkot Sukabumi Harus Cepat Ambil Langkah Antisipasi - Meski Masyarakat Belum Sulit Dapatkan Gas LPG 3 Kg

Pemkot Sukabumi Harus Cepat Ambil Langkah Antisipasi Meski Masyarakat Belum Sulit Dapatkan Gas LPG 3 Kg NERACA Sukabumi - Meskipun…

Pelayanan Publik Dinilai Masih Buruk - YLKI NILAI KENAIKAN TARIF TOL TIDAK ADIL

Jakarta- Hasil survei dan observasi Ombudsman RI mengungkapkan, pelayanan publik di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah secara keseluruhan masih buruk. Sementara…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…