Bank Jabar Terbtikan Obligasi Rp 5 Triliun

PT Bank Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) akan menerbitkan obligasi maksimal Rp5 triliun. Penerbitan obligasi ini untuk mendukung penyaluran kredit perseroan sekaligus menggantikan sejumlah obligasi perseroan yang jatuh tempo sejak 2011. “Obligasi akan diterbitkan secara bertahap sesuai kebutuhan likuiditas,” kata Direktur Utama BJB Bien Subiantoro di Jakarta, Kamis (28/11).

Dia mengatakan, obligasi yang jatuh tempo pada tahun depan mencapai Rp700 miliar. Sementara di tahun 2015 mendatang nilainya mencapai Rp1,6 triliun. Oleh karena itu, pihaknya menilai perlu menerbitkan kembali surat utang untuk mendukung penyaluran kredit di tahun depan. Sejalan dengan hal tersebut, perseroan pada tahun depan akan fokus pada kredit pemilikan rumah (KPR), kredit konsumer, kredit pensiun dan kredit pegawai. “Ini potensi yang rasio kredit bermasalahnya (NPL) kecil,” ujarnya.

Pada tahun depan, sambung dia, BJB tidak akan seekspansif tahun sebelumnya. Mengingat kondisi perekonomian yang melambat. Perseroan berencana tidak akan membuka kantor cabang yang baru, dan memilih untuk meningkatkan status kantor cabang pembantu (KCP) yang ada dan menambah kantor kas.

Perseroan juga akan berupaya mengerem rasio kredit bermasalah (NPL). Termasuk menjaga beban operasional (BOPO). “Kami akan menjaga beban operasional (BOPO) di bawah 80%. Nah, sekarang posisinya 77%,” ujarnya.

Tercatat, pada kuartal ketiga 2013 dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan mencapai sebesar Rp 56,6 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 7,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Adapun, ratio keuangan perseroan dengan posisi Return on Asset (RoA) berada pada posisi 2,2%, sedangkan Return on Equity (RoE) sebesar 23,5% dengan NIM stabil di angka 8%.

Sementara untuk pertumbuhan kredit di kuartal ketiga 2013 ditopang dari sektor KPR yang mencapai sebesar Rp 3,506 triliun atau tumbuh sebesar 188,7%. Selain itu, penyaluran kredit mikro mencapai sebesar Rp 5,493 triliun atau meningkat sebesar 33,4% jika dibandingkan dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Pencapaian ini mendukung laba perseroan mencapai Rp 950 miliar.

“Kami cukup bangga dengan pencapaian yang melebihi target awal tahun, dari sisi kredit, kami mencatat pertumbuhan sebesar 34,4% atau mencapai sebesar Rp 44,1 triliun, diatas rata-rata perbankan yang mencapai sebesar 22,9%,” kata Bien. (lia)

Related posts