Pencananangan Hari Ikan Nasional Bakal Tingkatkan Konsumsi Ikan

NERACA

Jakarta - Tanggal 21 November merupakan Hari Ikan Sedunia yang dirayakan oleh banyak negara, yang telah diakui diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Atas dasar itulah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengusulkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar tanggal 21 November dijadikan Hari Ikan Nasional.

Syarif Widjaja, Sekertaris Jenderal (Sekjen) KKP mengatakan, tahun 2012 lalu konsumsi ikan mencapai 33,8 kg/kapita/tahun, dan pada tahun ini adalah 35 kg/kapita/tahun. Sementara untuk tahun 2014 nanti target konsumsi ikan mencapai 38 kg/kapita/tahun. Dengan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi protein hewan dari ikan makin besar, maka target bisa terlampaui.

“Apalagi jika ada Hari Ikan Nasional, yang memang diperingati setiap tahun saya rasa konsumsi ikan nasional bakal terus naik pertahunnya,” kata Syarif kepada pers saat menghadiri acara Seminar Nasional Ikan Nasional yang mengangkat tema “Mempopulerkan Ikan Sebagai Pangan Pokok Bagi Masyarakat” di kantor KKP, Jakarta, Kamis (28/11).

Itulah, kata Syarif, pentingnya Hari Ikan Nasional, agar setiap komponen masyarakat selalu ingat dan sadar akan manfaat dan pentingnya makan ikan. “Oleh karena itu, kami ingin mengajak semua lapisan masyarakat pada tanggal 21 November sebagai Hari Ikan Nasional. Adanya Hari Ikan Nasional dapat menggugah masyarakat agar terus mengkonsumsi ikan,” imbuhnya.

Syarif menambahkan, tahun depan target pencapaian konsumsi ikan nasional sebesar 38 kg/kapita/tahun bukan perkara ringan. Tapi sudah menjadi tanggungan bahwa rasio kecukupan gizi masyarakat merupakan tanggung jawab negara yang kita pikul bersama.

"Kecukupan nutrisi protein itu menentukan kapasitas generasi muda kita didepan, oleh karenanya semua elemen kita ingin mendorong bahwa anak kecil sejak kelahiran 1.000 hari dapat makan ikan. Karena memang secara produksinya ada tinggal daya serapnya saja dari masyarakat agar kebutuhan protein dan nutrisi masyarakat terpenuhi dengan baik," ajaknya.

Salah satu cara adalah dengan terus mengajak dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar mau mengkonsumsi ikan. “Itulah pentingnya Hari Ikan Nasional, sebagai salah satu sosialisasi kita kepada masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan,” tukasnya.

Di Meja Presiden

Pada kesempatan yang sama, Saut P Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP, mengatakan surat pengajuan Hari Ikan Nasional saat ini sudah masuk di meja Presiden, tinggal menungggu tanda tangan. Jika sudah ditandatangani maka 21 November diresmikan sebagai Hari Ikan Nasional yang bisa diperingati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Sesuai dengan rencana, kami menginginkan Hari Ikan Nasional bisa dapat dilaksanakan pada 21 November, berhubung berkasnya belum ditandatangani oleh presiden, maka kemungkinan besar dapat diperingati oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia pada 21 November 2014 mendatang. Harapannya secepatnya sudah ditandatangani oleh Presiden, dan bisa di soft louncing berbarengan pada Hari Nusantara pada 13 Desember 2013 besok,” katanya.

Dasar yang melandasi adanya hari ikan nasional, menurut Saut, karena dengan Hari Ikan Nasional ini dapat dijadikan momentum untuk peningkatan konsumsi ikan di Indonesia dan mendapatkan sumber pangan berkelanjutan. “Pentingnya adanya Hari Ikan Nasional agar masyarakat selalu teringat dengan peringatan dan pentingnya makan ikan. Sehingga mampu menjadikan efek positif pada peningkatan peneglolaan ikan secara berkenjutan,” ujarnya.

Selain itu juga, sambungnya, kalau Indonesia memiliki Hari Ikan Nasional, maka akan ada komitmen dan kebersamaan dengan masyarakat. “Disini nasionalisme masyarakat akan tumbuh terhadap perikanan nasional. Karena hari ikan nasional bukan hanya milik pemerintah, lembaga, maupun pengusaha, tetapi hari milik semua publik yaitu seluruh elemen masyarakat Indonesia,” kata dia.

Dampaknya secara nasional, sebut Saut, dapat melakukan kegiatan yang sangat strategis, meningkatkan produktivitas, menghasilkan ikan yang baik, ikan yang sehat, bermutu, juga mampu memberikan kelanjutan pada produksi perikanan nasional.

“Dengan adanya Hari Ikan Nasional maka masyarakat luas akan selalu teringat dengan hari perikanan, di samping masyarakat akan sadar lebih banyak mengkonsumsi ikan juga bisa memproduksi ikan lebih produktif lagi,” paparnya.

Namun begitu, Saut mengakui, bahwa tantangan terbesar memenuhi target konsumsi ikan terletak pada ketersediaan pasokan dan distribusi di pasar.”Jangan sampai kita terus menerus mengekspor ikan, namun justru kesulitan menemukan ikan segar di masyarakat. Oleh karena itu, ke depan kita menginginkan adanya pemenuhan domestik, jika konsumsi dalam negeri terpenuhi baru impor,” jelasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Wakil Ketua DPR RI, Herman Khaeron mengingatkan, pemerintah tidak sekedar mengejar target pertumbuhan konsumsi ikan saja . Pasalnya, produksi ikan sangat bergantung dengan ketersediaan sumber daya. Menurutnya, indikator sumber daya ikan lestari sebesar 6,5 juta ton harus diperhatikan. Jangan sampai upaya meningkatkan konsumsi ikan itu mengalami kendala serupa pada komoditas pangan lain. "Mudah-mudahan produksi ikan akan berjalan lebih baik dan menemui kendala yang berarti seperi komoditas pangan lain seperti beras,” tuturnya.

Related posts