Realisasi PAD BPMPT Capai 102 Persen - Kabupaten Sukabumi

Sukabumi - Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perizinan di Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Sukabumi hingga minggu ke keempat November 2013 terus meningkat. Dari target Rp8,5 miliar, kini telah tercapai sebesar Rp8.679.793.670,- atau tercapai 102,37 persen.

Kepala BPMPT Kabupaten Sukabumi, Dedi Sutadi SH, kepada Neraca Kamis (28/11) mengatakan, pencapaian itu terdiri dari dua bidang. Pada bidang Pelayanan Perizinan Pembangunan(PPP), target Rp4 miliar sudah teralisasi dengan kelebihan Rp144.120.373, menjadi Rp4.144.120.373. Pada bidang Pelayanan Perizinan Ekonomi (PPE) dari target Rp4,5 miliar tercapai sementara Rp4.510.093.983 atau lebih Rp 10.093.983.

“Pencapaian ini akan masih bertambah hingga bulan Desember berakhir. Kami mentargetkan hingga pergantian tahun, capaian kami terus meningkat. Dan kami sangat bangga bisa melebihi target tiga tahun berturut-turut padahal pada tahun 2013 ini terjadi moratorium perizinan,” jelas Tedi Sutadi, didampingi Kepala Bidang PPE, Asep SR.

Guna meningkatkan pendapatan, ujar Asep SR, BPMPT pihak tiada henti melakukan sosialisasi baik kepada masyarakat umum, pelaku usaha dan pelaku industry. “Sosialisasi yang kami lakukan bukan hanya bagaimana tata cara mengisi formulir pendaftaran perizinan. Namun kami terus mengajak para pelaku usaha untuk melengkapi perizinan. Dan untuk 2013 ini, kami akan tutup akhir tahun dengan mengadakan sosialisasi di Palabuhanratu,” sebut dia.

Dari optimalisasi sosialisasi ini, tukas Asep SR, tren positif akan kesadaran pelaku usaha khususnya kalangan pelaku usaha mikro kecil menengah terus tumbuh. “Banyak permohonan izin yang masuk dari kalangan UMKM,” papar dia.

Sementara kegiatan sosialisasi akhir tahun di Palabuhanratu, imbuh Asep, guna terus menumbuhkembangkan sikap pelaku usaha akan kesadaran memperpanjang perizinan. “Hal ini kita lakukan agar pelaku usaha di wilayah Palabuhanratu nyaman melakukan usaha. Sebagai pusat ibu kota Kabupaten, Palabuhanratu harus menjadi pelopor usaha yang mengantongi perizinan,” katanya.

Related posts