Pertumbuhan Kartu Kredit Menurun

NERACA

Pertumbuhan kartu kredit belakangan ini memang mengalami penurunan, pertumbuhan. Hal ini terlihat dari jumlah penerbitan kartu kredit yang semakin menurun.

PT Bank Mandiri Tbk (Persero) misalnya mengalami penurunan jumlah kartu kreditnya. Pada Agustus 2013, kartu aktif di bank plat merah itu mengalami penurunan sekitar 0,3% jika dibandingkan bulan sebelumnya.

SVP Credit Card Bank Mandiri Boy Yuriska menambahkan, akuisisi kartu baru per bulannya juga mengalami penurunan. Hal ini terjadi sejak diimplementasikannya PBI baru yang mengatur tentang bukti pendapatan sebagai salah satu syarat untuk aplikasi kartu kredit. Disamping itu, terdapat pembatasan maksimum 2 penerbit untuk orang yang berpenghasilan Rp3 juta s/d Rp10 juta.

Dalam hal penerbit kartu mengetahui bahwa seorang prospek nasabah sudah memiliki kartu dari 2 penerbit, maka penerbit tersebut tidak akan melanjutkan untuk memberikan kartu kredit kepada prospek dimaksud.

"Dengan kata lain, jumlah akuisisi kartu baru per bulan bisa berpotensi lebih rendah dibandingkan masa-masa sebelumnya," ujarnya.

PT BNI Tbk (BBNI) juga mengalami perlambatan signifikan pada bisnis si uang plastiknya. Direktur Ritel & Consumer PT BNI Tbk (BBNI), Darmadi Sutanto mengatakan jumlah kartu kreditnya hanya tumbuh di bawah 5%. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, jumlah kartu kredit tumbuh di atas 10%.

Jumlah transaksi kartu kredit bank berkode emiten BBNI itu hanya tumbuh sekitar 15%, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebesar 36%. "Tahun depan kondisinya saya rasa masih sama, gak jauh beda," ujar dia.

Meski demikian perseroan tetap akan mempersiapkan dan menjalankan strategi untuk mingkatkan nilai transaksi nasabah pemilik kartu kredit. Perusahaan akan mengembangkan fitur-fitur yang memberikan nilai lebih bagi nasabah.

Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan kerja sama dengan merchant-merchant partner sehingga promo yang ditawarkan melalui kartu kredit menjadi menarik dan mampu bersaing dengan bank-bank penerbit kartu kredit lainnya.

Dodit Wiweko Probojakti, general manager Bisnis Kartu BNI, sebelumnya mengatakan pada tahun ini perseroan membidik pertumbuhan transaksi kartu sebesar 30%.

Bandingkan dengan alat pembayaran menggunakan kartu lainnya seperti kartu debet dan ATM. Keduanya mengalami pertumbuhan secara total 16% secara tahunan menjadi 79.103,850 kartu.

Dari sisi jumlah transaksi, total nilai penggunaan kartu kredit hanya mencapai Rp18,173 triliun dengan volume 20,16 juta transaksi. Nilai tersebut naik 5,8% jika dibanding posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp17,174 triliun dengan volume 19,06 juta transaksi.

Related posts