Mampukah Investor Summit Angkat Investor Lokal?

NERACA

Jakarta – Untuk kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia bersama anggota Self Regulatory Organization (SRO) menggelar acara tahunan Investor Summit dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan jumlah investor lokal di pasar modal. Namun efektivitas dari even tersebut belum menuai hasil yang maksimal, karena toh minat investor lokal di pasar modal masih kecil. Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim tiap tahunnya, jumlah investor lokal selalu meningkat.

Pengamat pasar modal dari FEUI Budi Frensidy menilai skeptis, even tahunan tersebut bisa mendongkrak jumlah investor lokal di pasar modal. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi kepada investor atau masyarakat sehingga para investor tidak mendapatkan pengetahuan yang tepat atas dunia pasar modal.

Bahkan dirinya melihat, prospek jumlah investor lokal tahun ini dan tahun depan tidak mengalami peningkatan yang besar dan bisa di bilang tidak mengalami perkembangan yang berarti, “Jadi target 2 juta investor pasar modal tidak mengalami peningkatan karena banyak para investor takut akan risiko bermain di pasar modal, serta pengetahuan yang kurang atas perdagangan pasar modal,” kata dia kepada Neraca di Jakarta, Rabu (27/11).

Dia menuturkan, target menjaring 2 juta investor pasar modal sudah lama didengungkan otoritas bursa, tetapi hingga saat ini tidak dapat direalisasikan dengan baik. Belum lama ini, BEI mengklaim memecahkan rekor MURI 1000 investor. Namun menurut Budi, hal ini tidak mempengaruhi secara besar terhadap perkembangan pasar saham dikarenakan meski jumlah investornya banyak, namun dalam sisi kualitas tidak bagus dalam menumbuhkan perkembangan perdagangan pasar modal.

Fakta dilapangan, dari 1000 investor tersebut, hanya 200-300 yang aktif dan berkualitas di pasar modal dan sisanya tidak berkualitas serta tidak aktif dalam pasar saham. “Saya ragukan 1000 investor tersebut, aktif atau tidak dalam pasar saham sehingga meskipun jumlah investornya banyak namun tidak aktif dalam perdagangan pasar saham. Hal itu tidak dapat mendongkrak kualitas dalam perdagangan pasar saham,”tandasnya.

Dia juga menjelaskan seharusnya otoritas bursa dapat melakukan kebijakan yang tepat dalam menjaring investor pasar modal sehingga perkembangan pasar modal bisa dikatakan baik. Kemudian hal yang terpenting adalah otoritas bursa melakukan edukasi kepada para investor sehingga mendapatkan pengetahuan yang baik atas perdagangan pasar modal ini.“Dengan melakukan perbaikan dalam menjalankan kebijakan yang tepat maka diharapkan perdagangan pasar modal akan berkualitas melalui jumlah investor yang banyak dan mempunyai investor yang berkualitas serta secara aktif mengembangkan perdagangan pasar modal,” tambah Budi.

Keterbatasan Edukasi

Hal senada juga diakui pengamat pasar modal Trust Securities, Reza Priyambada, jumlah investor lokal di pasar modal masih sedikit dibanding investor asing dikarenakan alasan klasik soal keterbatasan edukasi dan sosialisasi mengenai investasi,“Kalau dibilang investor kita masih kurang karena pasar modal kurang menarik, tidak sepenuhnya benar karena pemahaman pasar modal untuk masyarakat masih belum banyak. Sementara di luar negeri sudah lebih paham mengenai investasi.” ujarnya.

Kendatipun demikian, dirinya tidak menafikan kemungkinan pihak otoritas dapat menggaet 1000 investor karena keengganan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal sebenarnya bukan semata karena risiko. Pasalnya, menyimpan uang di perbankan pun memiliki risiko. Terbukti dengan terjadinya pembobolan di bank-bank besar dengan sistem yang dinilai sudah sangat baik. “Tinggal bagaimana meminimalisir risiko tersebut. Di pasar modal, produk investasi tidak hanya saham, investor bisa masuk ke reksa dana atau obligasi yang sifatnya jangka panjang.” jelasnya.

Dengan adanya penyelenggaraan investor summit oleh pihak otoritas, menurut dia, dapat secara efektif mengenalkan kondisi fundamental perusahaan-perusahaan tercatat di pasar modal. “Yang terpenting masalah sosialisasinya yang harus lebih mengena di masyarakat, apa keuntungannya dan lainnya? Karena tentunya melalui investor summit investor dapat memperoleh informasi secara up to date mengenai emiten.”tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito pernah bilang, Investor Summit merupakan edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat tentang potensi, peluang dan nilai tambah dalam berinvestasi di pasar modal, “Penyelenggaraan ini diharapkan dapat menggugah minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal sehingga peran pasar modal sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat lebih di optimalkan,”ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini tingkat pemahaman yang kurang dari masyarakat terhadap pasar modal menyebabkan partisipasi investor domestik di Indonesia menjadi sangat minim bila dibandingkan negara lain. Maka diharapkan, dengan perhelatan tahunan ini dapat meningkatkan pemahaman serta minat masyarakat. lia/mohar/bani

Related posts