Timah Berniat Akuisisi 80% Perusahaan Tambang

Perkuat ekspansi bisnis, PT Timah Tbk (TINS) berencana akuisisi 80% saham perusahaan batu bara yang berkalori tinggi di daerah Sumatera Selatan. Hingga saat ini perseroan baru memiliki 10% saham dari perusahaan tersebut, “Kami inginkan (tambah) sebesar 80% agar bisa mengendalikan sepenuhnya perusahaan tersebut,”kata Direktur Utama TINS, Sukrisno di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, saat ini perseroan tengah melakukan kajian untuk pembangunan infrastruktur dan kemungkinan penambahan modal sebesar Rp420 miliar. Dengan demikian, perseroan bisa meraih 80% saham perusahaan batubara yang berkalori tinggi."Ada dana yang besar dalam mengakuisisi perusahaan batu bara yang berkalori tinggi, tapi kita sedang kajian mengenai infrastruktur dan penambahan modal untuk ambil alih saham mereka," katanya.

Selain itu, Sukrisno menambahkan perseroan juga berencana mengakuisisi 55% saham perusahaan batubara berkalori tinggi di daerah Kalimantan Selatan. Saat ini perseroan sedang melakukan Due Dilligent dan dilanjutkan dengan bidding."Kami targetkan akuisisi perusahaan batu bara yang di Kalimantan Selatan ini akan terselesaikan pada Desember tahun ini,”jelasnya.

Perseroan juga memastikan, sudah memulai eksplorasinya di Myanmar. Pasalnya, dari tiga perizinan yang sedang diurus, dua diantaranya sudah selesai. Jadi, tinggal satu lagi perizinan yang harus dilengkapi, yakni perizinan eksplorasi yang sedang diurus oleh empat utusan perseroan di Myanmar."Akhir tahun ini harusnya kami sudah mendapat izin tersebut. Jadi, pada awal tahun nanti kami sudah bisa mulai eksplorasi, “kata Sukrisno.

Sekedar informasi. Luas konsensi tambang timah putih di kawasan Pubyin-Tamok, Myeik District, Tanithary State, Union of Myanmar ini mencapai 10.000 hektar. Setelah eksplorasi selesai, maka pihaknya akan segera membentuk dua perusahaan patungan dengan perusahaan BUMN setempat.

Dia juga bilang kalau kebutuhan ekspansi tersebut sebagian besarnya akan menggunakan carry over capex perseroan yang tidak terpakai tahun ini. Adapun capex TINS yang dianggarkan sebelumnya mencapai Rp1,4 triliun, namun baru direalisasikan sekitar Rp500 miliar. (bani)

Related posts