PTBA Siapkan Dana Belanja Modal Rp3 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp3 triliun rupiah pada tahun depan, naik 36,36% dibanding belanja modal pada tahun ini yang sebesar Rp2,2 triliun. Dana tersebut diharapkan dapat mengerek penjualan batu bara perseroan pada tahun depan. “Belanja modal pada tahun depan sekitar 2,5 triliun sampai 3 triliun rupiah, “ kata Direktur Utama Bukit Asam, Milawarma di Jakarta, Rabu (27/11).

Dengan dana tersebut, sambung dia, diharapkan dapat meningkatkan penjualan batu bara miliknya sebesar 25% menjadi 25 juta ton, naik dibandingkan target penjualan pada tahun ini yang hanya sebesar 20 juta ton. Seiring dengan target peningkatan penjualan, kapasitas produksi perseroan juga akan meningkat menjadi 22,7 juta ton, bandingkan dengan kapasitas produksi pada tahun ini yang sebesar 20 juta ton.

Peningkatan kapasitas produksi ini dibarengi dengan mulai efektifnya kapasitas angkut gerbong kereta api antara PT Kereta Api (persero) dengan Bukit Asam. Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Joko Pramono mengatakan, pemenuhan perjanjian antara perseroan dengan KAI akan berlangsung pada tahun depan. Dengan penambahan 230 gerbong kereta dan 44 lokomotif baru diharapkan dapat meningkatkan kapaitas produksi perseroan secara optimal.

Terkait volatilitas harga batu bara, Joko menambahkan, kondisi harga jual untuk komoditas batu bara mulai menunjukkan perbaikan. Hal ini terlihat proyeksi harga jual rata-rata perseroan hingga akhir tahun ini yang diperkirakan mencapai US$ 80 per ton, naik sekitar US$2 dibandingkan harga jual rata-rata pada bulan September 2013 yang hanya sebesar US$ 78.

Meskipun harga jual batu bara masih tergolong rendah, namun perseroan memiliki siasat untuk tetap mempertahankan marjin laba bersihnya. Salah satunya dengan menggenjot penjualan batu bara berkalori tinggi dan premium untuk negara-negara tertentu. Per September 2013, perseroan mencatatkan marjin laba bersih di angka 15,3%.

Dalam pengembangan bisnisnya, perseroan mulai memasuki bisnis coal bed methane (CBM) yang saat ini masih dalam tahap eksplorasi di lokasi tambang perseroan di wilayah Tanjung Enim. Dengan cadangan sebesar 0,8 triliun TCF, proyek ini diperkirakan dapat menghasilkan gas sebesar 40 MMSCF per hari atau setara dengan kebutuhan bahan bakar untuk PLTU berkapasitass 200 MW.

Rencananya, dengan menggandeng China Huadian perseroan akan segera menggarap pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2 x 620 MW. Tahap konstruksinya diperkirakan akan dimulai pada tahun 2014. Sementara untuk dengan pendanaannya, saat ini perseroan masih menunggu keputusan perihal pemberian fasilitas kredit dari pihak perbankan China. “Fasilitasi kredit yang akan didapatkan mencapai 12 triliun rupiah.” imbuhnya. (lia)

Related posts