Tahun Depan, Sektor Konsumer Pengendali IHSG - Diproyeksikan Bakal Tembus 5.300

NERACA

Jakarta – Pada tahun 2014 mendatang, indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan berada di level 5.300 dengan dorongan kinerja sektor konsumer yang diprediksi akan meningkat pada tahun politik tersebut.

Menurut Dekan Fakultas Bisnis Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) Prof. Adler Manurung, hal ini dapat terjadi dengan dorongan peningkatan kinerja emiten sektor konsumer. Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menargetkan 30 emiten baru untuk masuk lantai bursa, sehingga akan menambah daya tarik pasar modal, “Hingga akhir tahun 2013, IHSG berada di level 4.500an dan di tahun 2014 akan berada di level 5.300an. Yang harus dioptimalkan adalah edukasi kepada masyarakat agar memiliki pemahaman mengenai pasar modal dan mau jadi investor”, jelasnya di Jakarta, Rabu (27/11).

Dia menambahkan, proyeksi tersebut berdasarkan kondisi ekonomi saat ini yang masih didorong oleh konsumsi masyarakat. Sehingga sektor ini dapat dipilih sebagai salah satu untuk dipertimbangkan pelaku pasar.“Secara paralel, peningkatan ekspor pada gilirannya akan mendorong penguatan cadangan devisa, aliran modal akan masuk dan IHSG akan terdorong naik”ujarnya..

Sementara dari sisi makro ekonomi, dia memproyeksi pada 2014 pertumbuhan ekonomi berada dikisaran 5,3% sebagai target pertumbuhan pesimis dan 5,8% sebagai target pertumbuhan optimis. Hal ini akibat cadangan devisa yang masih harus tergerus oleh pembayaran bunga utang ke negara lain dengan valuta asing.“Selain itu, banyak bond kita yang dimiliki asing, sehingga Bank Indonesia harus membayarnya dengan valas. Untuk mengembalikan kondisi cadangan devisa kita, presiden harus menarik dana orang kaya Indonesia diluar negeri untuk disimpan di sini”, katanya.

Dia menjelaskan, pada pasar modal maupun investasi keuangan di negara lain seperti Singapura menjadi besar lantaran uang orang kaya Indonesia yang disimpan disana. Sehingga pemerintah perlu membuat uang tersebut balik ke Indoneia agar mengisi pasar modal dan menjadikannya cukup kuat jika dana asing ditarik kembali.“Asing yang keluar dari pasar modal membeli bond sehingga dananya ditarik, tapi saya cukup yakin mereka akan kembali lagi ke negara emerging market seperti Indonesia”, ujarnya.

Sementara itu, dia menganjurkan setiap investor yang baru dan mau berinvestasi di pasar modal harus memilih saham-saham emiten BUMN. Menurut dia, saham BUMN meskipun bisnisnya tidak terlalu menarik, namun kinerja, pertumbuhan pendapatan serta labanya cukup bagus.“Pergerakan BUMN memang bagus dan pasti, jadi sebaiknya memilih saham-saham ini terlebih dahulu jika baru mau masuk ke pasar. Setelah BUMN, bisa melirik emiten yang kapitalisasi besar seperti Astra grup”, ujarnya.

Sedangkan mengenai sektornya, menurut dia pertambangan dan manufaktur merupakan sektor yang pergerakannya mulai bangkit dan cukup bagus pada 2014 mendatang. Hal ini disebabkan kedua sektor ini sudah menyentuh harga terendahnya, sehingga kecil kemungkinan turun lagi harga sahamnya. Sementara untuk sektor properti sudah masuk buble. Karena harga naik setiap bulannya bukan karena demand melainkan developer yang memainkannya. Sehingga 2014 mendatang, saham sektor properti lajunya sudah tidak kencang lagi. (nurul)

Related posts