Adhi Karya Agresif Kembangkan Bisnis Properti - Nilai Proyek Rp 13 Triliun

NERACA

Jakarta- Kenaikan suku bunga dan pembatasan kredit kepemilikan rumah (KPR) oleh Bank Indonesia nyatanya tidak menghalangi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk terus mengembangkan usahanya di bidang properti. Melalui anak usahanya, PT Adhi Persada Properti (APP) proyek properti yang akan digarap perseroan di tahun mendatang mencapai Rp 13 triliun. “Pengembangan properti itu juga salah satu jurus memperbesar pendapatan berkesinambungan (recurring income) perseroan.” kata Direktur Utama PT Adhi Persada Properti, Ipuk Nimpuno Jakarta, kemarin.

Sejumlah proyek properti yang dikembangkan APP, menurut dia, mencakup hunian tapak, hunian vertikal, perkantoran, mal, hingga ruang komersial. Pendanaan untuk pengembangan bisnis ini sendiri berasal dari obligasi induk usaha, Adhi Karya, dan pinjaman bank oleh perusahaan.

Selain itu, dana tersebut juga akan dipenuhi dari hasil pre-sales proyek yang ditawarkan, yang berkisar 45-50% dari setiap proyek. Termasuk dana dari kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pembiayaan properti (KPP). Pihaknya optimistis, pengembangan proyek akan tetap dilakukan pada 2013-2016.

Bahkan untuk tahun 2014 diakui akan banyak pengembangan kawasan baru. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan sumber pendapatan yang pasti dan berkelanjutan. Rencananya, sejumlah proyek yang akan dikembangkan perseroan akan dilakukan secara bertahap sesuai proses perizinan masing-masing proyek.

Untuk proyek Grand Dhika Mansion Pejaten misalnya, dibangun mulai awal 2014 dan ditargetkan selesai pada akhir 2015. Selain itu, APP juga mengembangkan proyek Grand Dhika City di Bekasi, Taman Melati Keputih (Surabaya), Jatinangor Apartemen (Bandung), Apartemen Grand Taman Melati Margonda (Depok), dan Apartemen Yogyakarta (Yogyakarta).

Sementara untuk masa konstruksi proyek diperkirakan mencapai 18 bulan untuk satu menara (tower) apartemen. Adapun masa penjualan tiap proyek diharapkan selesai dalam dua tahun. Pasalnya, selain karena kualitas produk terjamin sesuai spesifikasi yang dijanjikan, pelaksanaan pembangunan sesuai tahapan proses perizinan yang berlaku.

Dalam kegiatan bisnisnya tersebut, APP bersinergi dengan Divisi Konstruksi Adhi Karya dalam pelaksanaan konstruksi struktur dan arsitektur. Juga Divisi Precast dan Peralatan Adhi Karya dalam pengadaan tiang pancang dan peralatan.

Asal tahu saja, untuk mendanai pengembangan proyeknya, PT Adhi Karya menerbitkan obligasi dan sukuk yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Rencananya, perseroan melakukan pembayaran pendapatan bagi hasil ke-3 sukuk mudharabah berkelanjutan I Adhi Tahap II Tahun 2013 dengan nominal Rp125.000.000.000. Sekretaris Perusahaan, Amrozi Hamidi mengatakan, pembayaran akan dilakukan pada 15 Desember 2013. Adapun bagi hasil Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I ADHI Tahap II Tahun 2013 untuk pembayaran ke-3 akan dilakukan dengan sebesar Rp2.531.250.000.

(lia)

Related posts