Dinyatakan Pailit, BEI Delisting Dayaindo

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memproses surat penghapusan saham (delisting) PT Dayaindo Resources Interntional Tbk (KARK), “Suratnya sudah ditandatangani, jadi suratnya akan keluar besok,”kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta, Selasa (26/11).

Menurut Ito, keputusan BEI mendelisting saham KARK karena perusahaan tersebut sudah dinyatakan pailit oleh majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Padahal saham KARK belum dua tahun di suspensi dan akan di delisting karena emiten tersebut tidak terlihat keberlangsungan usahanya membaik ke depannya.

Sehingga, satu bulan dari surat keputusan delisting dikeluarkan, maka saham KARK akan didepak dari BEI. "Sebulan lagi dihapus, jadi ada proses lain yang harus diselesaikan perseroan setelah surat keluar, seperti pemegang saham yang harus diselesaikan oleh kurator," pungkasnya.

Sebagai informasi, pada Rabu 17 Juli 2013, Majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang diketuai Dwi Sugiarto, menyatakan pailit atas KARK dan PT Daya Mandiri Resources Indonesia (DMRI) dan mengakhiri masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) kedua perusahaan itu setelah tujuh bulan lamanya.

Majelis hakim menyatakan demikian karena sampai batas pembayaran utang dan waktu PKPU tetap berakhir tidak ada perdamaian di antara para pihak, Daya Mandiri dan KARK harus dinyatakan pailit. Dalam putusannya, majelis hakim menunjuk Akhmad Rosidin sebagai hakim pengawas dan mengangkat Djawoto Jawono serta Albert Jen Harris Marbun menjadi kurator. Dua nama terakhir merupakan tim pengurus DMRI dan KARK. Di luar itu, majelis hakim menetapkan biaya (fee) pengurus sebesar Rp5,25 miliar.

Jumlah ini lebih rendah dibanding permintaan pengurus maupun rekomendasi hakim pengawas. Sebelumnya yang diminta pengurus Rp21,02 miliar berdasarkan penghitungan waktu kerja. Sementara, rekomendasi hakim pengawas Rp14,01 miliar. (bani)

Related posts