Bursa Asia Balik Arah, IHSG Kembali Suram

NERACA

Jakarta – Kondisi suram kembali menghampiri bursa saham dimana laju IHSG terhempas dari level support akibat makin melemahnya nilai tukar Rupiah yang dibarengi dengan berbalik arahnya bursa saham Asia menjadi negatif pasca penguatan Yen. Menurut Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada, selain bursa Asia, penguatan Yen juga membuat pembukaan pasar saham Eropa yang juga melemah kompak menghadang laju penguatan IHSG. Belum lagi masih adanya aksi jualan asing membuat IHSG makin jauh dari harapan penguatan lanjutan.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4332,39 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4235,26 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4235,56. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual sementara investor domestik mencatatkan nett buy.“Meski laju dolar AS mengalami pelemahan dibandingkan dengan mata uang Yen pasca dirilisnya komentar beberapa pejabat BoJ yang mengatakan masih adanya risiko dan ketidakpastian pada ekonomi Jepang namun, tetap saja Rupiah bergerak melemah,”jelasnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, akibat dari penguatan Yen sentimen positif dari terapresiasinya Euro setelah PboC mengangap pentingnya mengatur cadangan devisa dalam bentuk Euro juga tidak berpengaruh pada pelemahan Rupiah. Tidak tercapainya target lelang obligasi Pemerintah dalam bentuk dolar AS turut menekan Rupiah. Pemerintah menargetkan lelang dapat tercapai senilai US$450 juta namun, yang tercapai hanya US$190 juta. Rupiah di bawah target support Rp11745. Rp11788-11750 (kurs tengah BI).

Sementara itu, laju bursa saham Asia berbalik arah melemah dipimpin saham-saham energi. Di sisi lain, adanya badai yang menerpa Filipina dan sekitarnya turut dijadikan sentimen negatif sehingga ikut memicu terjadinya aksi jual. Badai tersebut dianggap akan melemahkan perekonomian sehingga target pertumbuhan tidak akan tercapai.“Tidak hanya itu, pelemahan saham-saham produsen otomotif dan elektronik di Jepang sebagai imbas kenaikan Yen turut memberikan imbas negatif”, katanya.

Pasca mengalami kenaikan, dia menilai kondisi bursa saham Eropa hingga kini berada zona merah setelah pelaku pasar bersikap menahan diri jelang rilis data-data perumahan AS. Di sisi lain, adanya rilis positif kenaikan consumer confidence Italia tidak banyak berpengaruh pada laju indeks saham Eropa.

Pada perdagangan Rabu (27/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4215-4225 dan resistance 4335-4338. Laju IHSG dapat dikatakan gagal bertahan di kisaran target support (4300-4326) dan mematahkan pola laju positif yang seharusnya terjadi. IHSG pun berpeluang melanjutkan pelemahannya bila tidak ada sentimen positif lain yang dapat mengimbangi pelemahan rupiah. (nurul)

Related posts