Indomobil Dirikan Dua Perusahaan Baru - Perkuat Bisnis Otomotif

NERACA

Jakarta- PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) melalui anak usahanya PT Central Sole Agency (CSA) mendirikan dua perusahaan patungan (joint venture) dengan The Furukawa Battery Co. Ltd Jepang. Kedua perusahaan patungan tersebut masing-masing adalah PT Furukawa Indomobil Battery Manufacturing dan PT Furukawa Indomobil Battery Sales. “Untuk struktur kepemilikan sahamnya, Furukawa memiliki 51% pada PT FIBM dan 49% pada PT FIBS. Sementara PT CSA memiliki 49% saham di PT FIBM dan 51% di PT FIBS.” kata Sekretaris perusahaan IMAS, CR. Susilowasti dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (26/11).

Pendirian kedua perusahaan tersebut, menurut dia, ditandai dengan ditandatanganinya akta pendiriannya pada 22 November 2013. Dalam kegiatan operasionalnya, PT Furukawa Indomobil Battery Manufacturing (PT FIBM) nantinya akan bergerak di bidang industri akumulator listrik (batu baterai sekunder) untuk kendaraan bermotor dan keperluan industri. Sementara PT Furukawa Indomobil Battery Sales (PT FIBS) sebagai distributor yang menyalurkan seluruh produk yang dihasilkan PT FIBM.

Dalam pengembangan bisnisnya, perseroan terus memperluas distribusi penjualan mobilnya. Salah satunya dengan menggandeng Renault untuk menjual varian sport utility vehicle (SUV) bermerk Duster. Informasinya, selain distribusi, IMAS juga menjadi pihak yang melakukan perakitan atau assembling untuk mobil bermesin diesel ini.

Diketahui, selain Renault, perseroan mengelola sejumlah merek antara lain Audi, Foton, Great Wall, Hino, Kalmar, Liugong, Manitou, Nissan, Renault, Suzuki, dan Volkswagen. Selain distributor penjualan kendaraan, bisnis utama perseroan juga meliputi jasa pembiayaan, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif, dan kelompok usaha pendukung lainnya.

Tercatat, sepanjang semester pertama tahun ini, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp370,05 miliar, atau turun sebesar 18,07% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp451,71 miliar. Meski demikian, penghasilan bersih naik sebesar 5,94% menjadi Rp10,48 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp9,89 triliun.

Beban pokok penghasilan semester pertama 2013 perseroan naik menjadi Rp9,18 triliun pada dibandingkan sebelumnya sebesar Rp8,63 triliun. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp1,30 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,26 triliun. Sementara itu, pendapatan keuangan perseroan turun menjadi Rp26,33 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp34,08 miliar. (lia)

Related posts