RSU Bunda Jakarta Buka Pelayanan 'Wound Care Unit’

NERACA

Meningkatnya kasus kecelakaan di Indonesia menimbulkan penderita luka kronik terus meningkat. Namun karena tidak tertangani dengan tepat lantaran lebih memilih cara-cara tradisonal, kesembuhan yang diharapkan juga tak kunjung datang. Apalagi banyak yang enggan berobat ke dokter bedah lantaran takut divonis amputasi.

Dr Priscilla, SpBP-RE dari RSU Bunda Jakarta mengatakan, masalah yang tidak tertangani dengan tepat ini sebetulnya bisa menimbulkan beban fisik, psikologis, dan juga finansial. "Pada akhirnya, kualitas hidup orang tersebut juga akan menurun," tuturnya.

Karena alasan ini, RSU Bunda Jakarta kemudian membentuk 'Wound Care Unit,' yaitu sebuah layanan perawatan untuk semua jenis luka, terutama luka kronik yang tidak kunjung sembuh.

"Di tempat ini, luka pasien akan dirawat dengan prinsip 'Modern Wound Care Management' yang ditangani langsung oleh dokter spesialis bedah plastik dibantu staff terlatih dan tim multidisiplin," jelas dia.

'Modern Wound Care Management' sendiri, tambah Priscilla, merupakan metode perawatan luka terkini yang mengaplikasikan berbagai teknik, bahan perawatan luka, hingga balutan modern untuk memfasilitasi penyembuhan luka yang lebih baik.

"Beberapa jenis luka yang umum kami tangani seperti luka akibat trauma, luka post operasi yang bermasalah, luka terinfeksi, luka kronis, luka bakar, luka diabetes, luka dekubitus, stoma, dan luka akibat vena statis atau arterial," jelasnya.

Sistem balutan ideal yang diterapkan RSU Bunda adalah 'moist wound dressing'. Cara ini dijelaskannya merangsang sel tubuh dalam tiap fase penyembuhan luka bekerja secara optimal dalam suasana lembab, sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat. Hal ini tentu tidak dapat dicapai dengan perawatan luka tradisional.

"Keunggulan perawatan luka modern ini mampu mengurangi frekuensi penggantian balutan luka, waktu penyembuhan luka lebih cepat, mengurangi frekuensi kunjungan ke dokter atau perawat untuk evaluasi dan perawatan luka, dan tentunya mengurangi total biaya perawatan dan angka kejadian infeksi," pungkasnya.

Related posts