Kurangnya Pengetahuan Orangtua Masalah Nutrisi - Memperlambat Tumbuh Kembang Sang Anak

NERACA

Sebagai orangtua pastinya selalu inggin memenuhi nutrisi untuk anak-anaknya, namun sayang kebanyakan orangtua tidak mengetahui masalah nutrisi kurang atau nutrisi lebih, ini yang membuat pertumbuhan sang anak tidak maksimal.

Dr. Badriul Hegar, ketua umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, Nutrisi dan tumbuh kembang adalah dua hal yang sangat esensial pada seorang anak. Pemenuhan kebutuhan kedua hal tersebut harus dipenuhi secara optimal untuk mendapatkan anak yang mempunyai potensi optimal.

Saat ini kita seringkali terperangkap pada upaya mengatasi masalah yang ada, sehingga kita sering terlupa bahwa hal yang tidak kalah penting adalah mengatasi penyebab masalah yang ada.

Pada masalah nutrisi (gizi kurang atau gizi lebih), pengenalan cara pemberian makan dan memberikan makanan yang tepat (infant feeding practice) merupakan hal yang sangat perlu dipahami oleh setiap orangtua.

Demikian pula, ciri khas seorang anak adalah tumbuh dan berkembang, dan setiap fase pertumbuhan dan perkembangannya mempunyai arti dalam pencapaian potensi hidupnya yang optimal.

Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang dan deteksi dini gangguan tumbuh kembang menjadi hal yang sangat esensial. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, salah satu diantaranya adalah ‘sehat’ tidak saja bebas satu penyakit, tetapi juga sehat secara mental maupun sosial.

Mempengaruhi Perkembangan otak

“Kondisi gizi buruk akan berdampak pada perkembangan otak anak atau balita, karena jika kondisi gizi buruk terus terjadi, pertumbuhan kemampuan otak anak juga akan sulit berkembang. Sementara dalam proses pertumbuhan seorang manusia, usia emas anak dan balita adalah masa-masa dimana pertumbuhan badan dan kemampuan otak mencapai titik yang paling maksimal,” tutur Dr. Damayanti Rusli Syarif, Sp.A(K), ketua UKK Nutrisi & Penyakit Metabolik IDAI dan juga ketua Divisi Nutrisi & Penyakit Metabolik dari Departemen IKA FKUI RSCM.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa masalah gizi balita menentukan kualitas manusia Indonesia di masa depan, dan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, maka pendekatan utama yang harus dilakukan adalah deteksi dini masalah gizi serta praktek pemberian makanan yang tepat dalam 1000 hari pertama kehidupan seorang anak.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk deteksi dini masalah gizi adalah dengan memantau pertumbuhan balita menggunakan KMS, yaitu dengan menimbang berat badan, mengukur panjang badan serta lingkar kepala yang bisa dilakukan di Posyandu, Posdes, Puskesmas, Rumah Sakit, dan di bidan atau dokter praktek mandiri.

Ia mengatakan, upaya promotif dan preventif masalah kesehatan anak melalui program edukasi kepada masyarakat merupakan salah satu cara yang sangat penting dan efisien untuk mempercepat pencapaian taraf kesehatan anak yang diharapkan.

Menurutnya, peran media baik itu cetak, elektronik, maupun digital sangat diperlukan untuk memuat berbagai informasi kesehatan anak, tentunya dengan menggunakan sumber/rujukan informasi yang tepat.

Related posts