Penjualan CPO Astra Agro Naik 12,4%

NERACA

Jakarta- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan peningkatan volume penjualan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sepanjang Januari-Oktober 2013 sebesar 12,4% menjadi 1,26 juta ton, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,12 juta ton. Peningkatan tersebut seiring meningkatnya penjualan lokal pada periode ini yang mencapai 1,24 juta ton, atau naik sebesar 13,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (25/11).

Disebutkan, penjualan lokal berkontribusi 98,6% dari total volume penjualan CPO perseroan. Sementara ekspor CPO hanya sebesar 17.500 ton, turun 27% sehingga hanya berkontribusi sebesar 1,4%. Adapun volume kernel yang dicatatkan perseroan mengalami peningkatan sebesar 57,9% mencapai 269.101 ton.

Untuk meningkatkan kinerjanya di bisnis ini, perseroan pun membentuk perusahaan baru, ASTRA-KLK Pte, Ltd. dengan menggandeng perusahaan Kuala Lumpur, KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd. Perusahaan baru ini natinya memasarkan produk olahan minyak sawit di Singapura dan menyediakan jasa logistik atas produk tersebut.

Dalam perusahaan patungan ini, perseroan memiliki 49% di ASTRA-KLK Pte, Ltd yang notabene terdaftar di Singapura. Hal ini berdasarkan Joint Venture Agreement pada 30 Agustus 2013 dengan KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Kuala Lumpur Kepong Berhad.

KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd tercatat sebagai perusahaan terbuka yang didirikan berdasarkan hukum Malaysia dan berusaha dalam bidang perkebunan serta bisnis terkait lainnya. Dibentuknya perusahaan patungan ini antara lain untuk membangun sinergi baru dengan upaya bersama dengan mitra Malaysia untuk menembus pasar internasional dan di masa yang akan datang untuk makin mengembangkan bisnis hilir minyak sawit perseroan.

Rencananya, untuk membangun industri hilir perseroan berniat mengakuisisi lahan, dan membangun pabrik refinery lainnya. Saat ini, perseroan memiliki lahan di Riau, Jambi, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Sealtan. Luas lahan perseroan mencapai 274.881 hektar.

Dana akuisisi disebut sebut telah disiapkan dalam anggaran belanja modal perseroan tahun ini yang mencapai Rp3 triliun. Angka tersebut meningkat Rp33 miliar dibandingkan belanja modal tahun sebelumnya sebesar Rp2,67 triliun “Anggaran belanja modal untuk 20% pembangun pabrik, 30% bangun beberapa pabrik refinery kita bangun untuk industri hilir di daerah Jawa-Sulawesi,” kata Head of Public Relation AALI, Taufan Mahdi.

Meski demikian, untuk mengakuisisi lahan ini pihak manajemen mengaku memiliki tim ekspansi yang bertugas untuk mengkaji dan mengevaluasi lahan yang akan diakuisisi. Melalui tim ini manajemen perseroan akan melihat dan mengevaluasi penawarannya dan baru akan dilakukan apabila sesuai dengan persyaratan, legalitas, dan kualitas tanaman. (lia)

Related posts