Andalan Finance Dikucuri Permata Rp380 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Andalan Finance, mendapatkan kucuran kredit sindikasi sebesar Rp380 miliar dari Permata Bank. Menurut Head Client Relationship II Permata Bank, Ardi Sedaka, pemberian kredit ini diharapkan bisa membantu ekspansi bisnis Andalan Finance Indonesia. "Kami memiliki jangka waktu 3 tahun dalam pinjaman ini," ujar Ardi di Jakarta, Senin (25/11).

Dalam hal ini, PermataBank bertindak sebagai Mandated Lead Arranger dalam pemberian kredit sindikasi yang kedua kalinya kepada perusahaan pembiayaan otomotif ini. Pemberian fasilitas pinjaman ini juga diikuti beberapa bank daerah lainnya mulai dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Andalan Finance, Sebastianus Harno Budi mengatakan, dengan pendanaan ini perseroan bisa memperluas jaringan bisnis termasuk penambahan jumlahh cabang hingga ke Kalimantan dan Singapura. “Saat ini kami punya 20 cabang, selain itu tahun depan rencananya akan ditambah sekitar enam lokasi lagi, Kalimantan dipilih karena sebelumnya sudah ekspansi di Jawa Tengah dan Yogyakarta,” kata Sebastianus

Menurut dia, dari sini ada banyak relasi bisnis antara Jawa dan Kalimantan. Dia menambahkan, khususnya di Kalimantan Tengah dan Selatan. “Mungkin juga Pematang Siantar, Pekanbaru dan Palembang, kami harapkan akhir tahun 2014 nanti akan ada 26 cabang lagi,” ucap dia.

Sebastianus menuturkan, per September 2013, kucuran pembiayaan Andalan Finance naik Rp 2 triliun atau meningkat 77% . "Kami memiliki kelompok usaha andalan Nasmoco Group yang memberikan kontribusi terbesar," ungkapnya

Selain itu, Andalan Finance juga tetap memfokuskan diri di pembiayaan mobil bekas di tahun depan. Dari dana sindikasi dengan Bank Permata senilai Rp 380 miliar tersebut. Perseroan berkomitmen untuk tidak mengikuti tren hadirnya mobil murah ramah lingkungan dengan menambah porsi pembiayaan mobil baru.

Managing Director Andalan Finance, Frans FR menyatakan porsi pembiayaan perseroan tahun depan ialah 70% untuk mobil bekas dan 30% mobil baru. "Porsi pembiayaan tetap sama, walaupun mobil baru itu murah, tetap bunganya pun mahal. Yang lebih menarik buat kita untuk yang used car. Tapi tetap terlepas dari itu, permasalahannya bukan hanya mobil baru atau bekas," ujarnya.

Frans menjelaskan, perseroan lebih fokus untuk membiayai mobil bekas adalah adanya marjin harga dan nilai depresiasi yang berbanding cukup jauh. “Dari situ sudah manage resiko yang baik,” tambah dia. [sylke]

Related posts