Disuspensi, Nipress Akhirnya Umumkan Ratio PUT I

NERACA

Jakarta – Setelah sahamnya disuspensi, PT Nipress Tbk (NIPS) memberikan rasio untuk pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas I dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PUT I) yaitu dari 63 saham lama berhak atas 65 saham baru.

Direktur Utama PT Nipress Tbk Jackson Tandiono dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (25/11) mengatakan, rasio untuk PUT I tersebut adalah 63 saham lama berhak mendapatkan 65 saham baru. Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham perseroan karena belum disampaikannya rasio dalam rencana aksi korporasi tersebut. Hal ini dikarenakan belum lengkapnya laporan PUT I perseroan.

Suspensi dilakukan mulai perdagangan sesi I Senin kemarin, kata Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI Andre PJ Toelle, bursa memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan efek perseroan sejak sesi I waktu JATS. Dia menjelaskan hal yang menjadi pertimbangan bursa adalah perseroan belum mengungkapkan rasio atas rights issue.

Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 742.857.143 saham dengan nominal Rp50 per saham dengan kisaran harga Rp350-450 per lembar atau dana yang bisa diraih Rp260 miliar hingga Rp334,28 miliar. PT Tritan Adhitama Nugraha selaku pemegang saham perseroan akan melaksanakan HMETD untuk mengambil saham baru dimana jumlah kesanggupannya sebanyak-banyaknya 371.428.571 dengan harga Rp350-450. Kemudian apabila tidak dilaksanakan semuanya, maka akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya. Masa perdagangan HMETD pada 8-15 Januari 2013. Pembeli siaga PT Trimegah Securities Tbk. Dana hasil penerbitan HMETD ini sebesar 57% akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik dan pembelian mesin dalam rangka pengembangan industri battery dan 43% untuk modal kerja perseroan.

Selain itu, perseroan akan mulai mmeperdagangkan nominal saham baru di pasar reguler/negosiasi pada 25 November 2013. Berdasarkan keterangan perseroan, disebutkan akhir perdagangan dengan nominal harga lama terjadi pada 22 November 2013. Sedangkan untuk perdagangan saham di pasar tunai dimulai pada 28 November 2013.

Hingga September 2013, penjualan bersih perseroan meningkat sebesar 29,09% menjadi Rp684,68 miliar dibanding penjualan bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp485,51 miliar. Hasil ini mampu mendongkrak laba bersih perseroan sebesar 49,38% dari sebelumnya Rp15,81 miliar di September 2012 menjadi Rp31,24 miliar di September 2013. Sementara beban pokok penjualan ikut meningkat 28,66% di September 2013 menjadi Rp579,59 miliar, laba bruto meningkat 31,45% menjadi Rp105,09 miliar dan laba usaha naik 39,53% menjadi Rp62,35 miliar, serta laba per saham dasar naik 49,33% menjadi Rp1,561 per saham.

Kewajiban perseroan dalam sembilan bulan tahun ini tercatat meningkat menjadi Rp480,67 miliar dari Rp323,63 miliar di akhir Desember 2012, dengan jumlah ekuitas sebesar Rp232,88 miliar di September 2013 atau naik dari sebelumnya Rp201,65 miliar. Total aset perseroan tercatat sebesar Rp713,55 miliar, meningkat 26,39% dari akhir Desember 2012 sebesar Rp525,28 miliar. (nurul)

Related posts