Saham Malindo Feedmil Bakal Melesat Tajam - Dampak Harga Komoditas Turun

NERACA

Jakarta – Masih positifnya tingkat daya beli masyarakat menjadi pemicu harga saham emiten sektor consumer good masih bakal positif. Kondisi ini juga menjadi berkah bagi harga saham emiten pakan ternak, disamping positifnya daya beli masyarakat juga kebutuhan konsumsi ayam masih tinggi. Oleh karena itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan harga saham emiten pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) untuk 12 bulan adalah Rp3.625-4.350 per lembar saham.

Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam risetnya di Jakarta, Senin (25/11). Disebutkan, proyeksi harga tersebut berdasarkan turunnya harga komoditas internasional, sehingga dapat berkorelasi pada menurunnya biaya produksi. Selain itu, didukung meningkatnya populasi ayam dan produksi daging ayam serta ekspansi yang dilakukan perusahaan yang akan mendukung kinerja perseroan ke depan.

Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto mengatakan, harga kedelai telah turun 27% dari level tertinggi dan harga jagung juga turun sekitar 50%, “Menurunnya harga jagung dan kedelai internasional diharapkan dapat membantu meringankan biaya produksi produsen pakan ternak di kuartal IV tahun ini, meski efeknya mungkin dibatasi depresiasi tajam nilai tukar rupiah," kata dia.

Sementara itu, populasi ayam dan produksi daging ayam diperkirakan akan terus tumbuh, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) masing-masing sebesar 7% dan 9% pada 2009-2013. Pembangunan infrastruktur yang marak, juga akan memberi kontribusi pada meningkatnya konsumsi daging ayam.

Perseroan juga tengah meningkatkan kapasitas produksi, dengan membangun dua pabrik baru yang masih dalam pembangunan. Dua pabrik ini berlokasi di Semarang dan Makassar dengan kapasitas produksi terbesar mencapai 420.000 ton.

Pabrik di Semarang ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada kuartal II/2014, sedangkan pabrik di Makassar pada kuartal III/2014. Pada saat yang sama, perseroan juga menambah kapasitas peternakan pembibitan anak ayam usia sehari (DOC) sebanyak 20 juta di Makassar dari kapasitas saat ini sebesar 182 juta DOC. "Mempertimbangkan langkah-langkah ekspansi yang dilakukan, kami berharap MAIN akan mampu membukukan pertumbuhan pendapatan lebih dari 20% pada 2012-2017," ujar dia.

Sementara itu, pendapatan MAIN tumbuh lebih dari 27% per tahun selama dua tahun terakhir dan 24 persen pada kuartal III tahun ini. Pertumbuhan pendapatan itu didukung pertumbuhan yang kuat dari pendapatan pakan ternak. Sebagai informasi, harga saham MAIN diawal perdagangan, Senin (25/11) dibuka naik Rp50 dibanding penutupan akhir pekan lalu menjadi Rp3.300. Sedangkan pukul 14.55 WIB, harga saham MAIN di level Rp3.350/saham. (bani)

Related posts