BTN Jalin Kerja Sama dengan Taspen dan REI - Tingkatkan Penyaluran Pembiayaan Perumahan

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk melakukan kerja sama dengan PT Taspen (Persero) dan Real Estate Indonesia (REI) dalam penyaluran kredit perumahan. BTN melihat bahwa sinergi ini terbuka potensi untuk meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan terutama KPR\KPA.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, di penghujung 2013 ini menjadi momentum bagi tumbuhnya industri pembiayaan perumahan di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya berharap terbuka peluang bagi meningkatnya penyediaan rumah bagi masyarakat sekaligus kapasitas pemberian kredit perbankan akan meningkat.

"Ini merupakan inisiatif korporasi agar kebutuhan masyarakat akan rumah yang terus tumbuh tetap dapat terpenuhi. Kami menggandeng Taspen yang akan menjamin anggota PNS yang memanfaatkan KPR/KPA, dan REI untuk menyiapkan pasokan rumah sesuai kebutuhan," ujar Maryono, di Jakarta, Senin (25/11).

Dia menambahkan, kebutuhan rumah masih sangat tinggi dan tidak sebanding dengan kemampuan pasokannya. Backlog kebutuhan rumah masih sekitar 13,5 juta unit yang belum terpenuhi. Sementara setiap tahun ada tambahan 800 ribu unit rumah baru yang juga perlu diantisipasi.

Maryono juga menjelaskan, dibutuhkan peran semua pihak untuk merealisasikan kebutuhan rumah tersebut. "Tujuan akhir dari kerja sama yang kami lakukan bersama Taspen dan REI adalah bagaimana agar para PNS anggota Taspen secara pasti bisa mendapatkan rumah dengan fasilitas KPR/KPA yang disiapkan Bank BTN," terang dia.

Kerja sama BTN, Taspen dan REI, imbuh Maryono, adalah strategis bagi positioning dalam penetrasi bisnis pembiayaan perumahan di pasar. Sinergi ini juga berdampak positif bagi masyarakat, khususnya peserta Taspen yang belum memiliki rumah untuk segera dapat mewujudkan mimpinya memiliki rumah.

Menurut Maryono lagi, kerja sama ini merupakan jawaban dari rencana bisnis yang sudah direncanakan BTN untuk memperbesar kapasitas penyaluran kredit di luar yang sudah disepakati dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Kami mempunyai keinginan untuk memberikan dukungan terhadap pemerintah agar backlog rumah itu dapat segera diatasi," tandasnya. Khusus kerja sama dengan Taspen, sebelumnya BTN sudah menjalin mitra strategis dengan perusahaan pengelola dana pensiun PNS itu.

Maryono menambahkan, jika dilihat dari sejarah, dahulu para PNS menyimpan uangnya di BTN. Dari uang yang disimpan di Bank BTN itu maka PNS dapat memiliki rumah melalui fasilitas KPR BTN. Tahun ini, komposisi kredit perumahan masih mendominasi dengan pangsa 86,12% dari total kredit yang disalurkan BTN.

Selama triwulan III 2013, kata Maryono, angkanya sebesar Rp 83,138 triliun. Sementara sisanya sebesar 13,88% atau senilai Rp13,401 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit nonperumahan. Per 31 September 2013, BTN membukukan aset sebesar Rp123,319 triliun atau tumbuh 25% dari posisi yang sama tahun 2012 sebesar Rp98,756 triliun.

Adapun dari sisi Kredit dan Pembiayaan mengalami pertumbuhan dari Rp76,566 triliun pada 2012 menjadi Rp96,539 triliun pada 2013. Pertumbuhan ini mencapai 26%. BTN juga didukung oleh 838 kantor cabang (konvensional dan syariah) ditambah 2.922 outlet Kantor Pos Online.

Perseroan juga telah memiliki 1.499 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia dan lebih dari 40 ribu ATM yang terkoneksi dengan jaringan ATM Link, Bersama dan Prima. Bank BTN juga telah dilengkapi dengan layanan prioritas di 21 kantor yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. [ardi]

Related posts