ATPK Agendakan Kembali Rights Issue

Jika rencana PT Provident Agro Tbk (PALM) menggelar penawaran umum terbatas atau rights issue bakal berjalan sukses karena mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum luar biasa (RUPSLB), sebaliknya PT ATPK Resources Tbk (ATPK) menunda aksi korporasi yang sama lantaran RUPSLB perseroan batal dilakukan.

Kendatipun demikian, perseroan tetap kembali mengagendakan RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam penerbitan saham baru. Dimana sebelumnya, permintaan persetujuan pemegang saham ATPK sempat tertunda karena perseroan belum mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pelaksanaan rights issue.

Direktur Utama PT ATPK Resources Tbk, Raymond Bernardus mengatakan, atas pertimbangan bahwa perseroan masih melengkapi tambahan informasi dan dokumen pernyataan pendaftaran Penawaran Umum Terbatas (PUT) II dari OJK, maka RUPSLB dihentikan sementara,”RUPSLB akan dilanjutkan pada Senin awal pekan ini, tanggal 25 November 2013 pada pukul 15.00 WIB, bertempat di Hotel Le Meridien Jakarta," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, ATPK berencana menawarkan sebanyak 4,84 miliar saham baru dengan harga yang ditawarkan Rp220 per saham. Dengan begitu, emiten batubara ini mengincar dana sebesar Rp1,07 triliun. Pemegang saham yang berhak membeli saham baru harus tercatat pada 4 Desember 2013. Setiap pemegang 10 saham lama berhak atas 53 saham baru. Jika pemegang saham lama tidak mengambil haknya, persentase kepemilikannya akan terdilusi maksimal 84,13%. Sisa saham yang tak terserap pemegang saham lama akan diborong oleh PT Pacific Prima Coal.

ATPK berniat menggunakan Rp 1,04 triliun atau 97,75% dana hasil rights issue untuk penyertaan modal di anak usahanya, PT Mega Alam Sejahtera. Sisanya atau sekitar Rp 23,87 miliar akan digunakan untuk modal kerja. (bani)

Related posts