Lunasi Utang, Bakrie Brothers Lepas BPI - Raih Dana Segar Rp 3 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akan mengurangi beban utangnya dengan melakukan penjualan anak usahanya yaitu PT Bakrie Pipe Industries (BPI). Disebutkan bahwa investor sudah ada yang siap membeli BPI dan perseroan berharap proses penjualan selesai pada akhir tahun agar dapat cepat menutup sebagian utangnya.

Direktur Utama BNBR Bobby Gofur Umar menyatakan, hingga saat ini sudah ada beberapa pihak yang meminati BPI yang berasal dari Jepang, China, Thailand. Selain dari luar negeri, ada beberapa investor dari dalam negeri yang juga tertarik terhadap BPI,”Kami tidak pilih-pilih calon investor, siapa cepat dia dapat, baik investor itu asing ataupun lokal, yang penting harganya cocok dan mencapai kesepakatan. Tapi saat ini yang sungguh-sungguh ingin membeli BPI adalah investor lokal”, ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dengan dijualnya aset BPI, maka perseroan akan memperoleh dana sekitar Rp3 triliun. Selain menjual anak usaha, perseroan juga akan menjual tanah yang dimilikinya di wilayah BPI seluas 26 hektar. Menurut dia hal ini dilakukan sebagai langkah unutk mmepercepat peningkatan kinerja perseroan.

Seperti diketahui, hal tersebut adalah rangkaian dari rencana perseroan untuk menurunkan beban utang yang dimiliki saat ini mencapai Rp6,7 triliun. PT Bakrie Pipe Industries tercatat saat ini memiliki aset senilai Rp3,5 triliun. Sehingga pada tahun depan, Perseroan sangat berharap dapat menekan jumlah utangnya sebesar Rp3 triliun. “Utang itu sebenarnya kita turunkan dari tengah tahun ini, seperti dengan penjualan aset. Kami juga mempersiapkan program dari unit-unit di infrastruktur”, tambahnya.

Di sisi lain, usaha lain yang dilakukan perseroan adalah memperpanjang jatuh tempo utang jangka pendeknya yang sebesar 67% dan perseroan menginginkan memangkas utang sampai 50%. Selain melepas anak usaha, perseroan juga mempertimbangkan untuk mencatatkan tiga anak usahanya pada 2015 di Bursa Efek Indonesia (BEI) unutk memperoleh dana segar mengembangkan usahanya, mereka yakni PT Bakrie Building Industries, PT Bakrie Tosanjaya, dan PT Bakrie Pipe Industries.

Dia mengatakan bahwa langkah itu diambil karena kinerja dari ketiganya dinilai baik dan menyumbang pendapatan signfikan bagi perseroan. Dalam rencana melantai ke bursa, ketiga anak usaha tersebut ada kemungkinan masing-masing melantai ataupun digabung.“Namun, untuk tahun ini kondisi bursa dinilai kurang kondusif sehingga perseroan memilih bekerjasama dengan mitra lain ketimbang mendorong anak usahanya melantai”, katanya.

Utang perseroan memang mengalami peningkatan dari Rp5,6 triliun menjadi Rp6,7 triliun. Menurut dia hal ini terjadi lantaran adanya kenaikan kurs dolar terhadap rupiah. Namun, perseroan menargetkan pada tahun 2014 jumlah ini dapat diturunkan hingga Rp3,5 triliun.“Kita berniat untuk mengurangi utang sebesar Rp 2,5 - Rp 3 triliun. Jika agresif, sebenarnya tahun depan ini bisa turun hingga Rp 3,5 triliun. Kami sudah berusaha menurunkan porsi utang sejak pertengahan tahun ini”, katanya. (nurul)

Related posts