KKP Siapkan Tenaga Kerja Kompetitif - Sambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

NERACA

Jakarta – Pemerintah tengah mempersiapkan kompetensi tenaga kerja khususnya di sektor perikanan dan kelautan. Pasalnya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 dibutuhkan jumlah tenaga kerja yang cukup. Dengan begitu masalah persaingan tenaga kerja dengan sesama negara kawasan dapat diantisipasi.

“Sesuai dengan himbauan Bappenas yang meminta agar kita mempersiapkan jumlah tenaga kerja spesifik untuk menghadapi MEA. Maka kita merealisasikannya dengan menyelenggarakan seminar pendidikan mengenai kelautan dan perikanan. Dengan begitu kita berharap dapat tercipta insan pribumi yang mampu mengelola kelautan dan perikanan kita dengan kompeten,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Kelautan Perikanan (BPSDM KKP) Suseno Sukoyono pada acara Forum Pendidikan Tinggi Kelautan dan Perikanan di Hotel Melyn Park, Jumat (22/11).

Lanjut, Suseno mengatakan dalam persaingan tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan yang menjadi kompetitor utama Indonesia yaitu Thailand. Katanya negara tersebut juga sedang memberi perhatian pada peningkatan kualitas SDM nya. Sebab luasnya wilayah ASEAN yang didominasi oleh lautan memang menjadi salah satu daya tarik utama untuk dikelola. Hal itu dianggap dapat memberi nilai tambah yang positif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bagi masing-masing negara.

“Pembudidaya ikan dan para pelaku ikan tangkap di Indonesia masih lebih unggul keahliaannya dibanding negara kawasan. Maka banyak perusahaan-perusahaan multilateral yang menggunakan jasa orang kita terutama Jepang. Tapi juga tidak boleh santai begitu saja. Sebab negara-negara lain pastinya juga terus meningkatkan kompetensi masyarakatnya,” tutur Suseno.

Kemudian Suseno menyampaikan selama ini KKP telah mengupayakan persiapan itu secara konkret. Hal itu dilakukan melalui lembaga Sekolah Tinggi Perikanan (STP) yang berada di bawah naungannya meskipun masih dikelola secara swasta. “Selama ini STP sudah mampu mencapai prestasi yang gemilang. Karena sekiyar 70% tenaga kerja di instansi baik swasta maupun milik negara yang fokus pada bidang perikanan dan kelautan itu merupakan lulusan STP. Tapi prestasi itu tidak cukup untuk menghadapi MEA.”

Sehingga Suseno berharap adanya dukungan dari seluruh stakeholder dalam negeri agar fokus pada persiapan itu. Sebab tidak dapat dipungkiri ketika MEA dimulai maka persaiangan bisnis antar negara akan semakin ketat. Meskipun sejauh ini tenaga kerja Indonesia sudah lebih unggul dari negara kawasan lainnya.

“Perlu juga diantispasi bahwa dengan adanya MEA arus tenag akerja luar negeri yang datang mengisi pasar kerja di Indonesia akan kian deras. Tenaga kerja luar negeri sangat mungkin mendominasi pasar tenaga kerja kita. Hal itu bisa terjadi apabila lulusan STP kita tidak kompeten,” terang Suseno.

Selain itu Suseno menegaskan jangan sampai lulusan tenaga kerja Indonesia khususnya lulusan STP hanya jadi penonton. Sedangkan dalam MEA Indonesia merupakan tuan rumah. Jika sampai hal itu terjadi maka sangat ironis.

“Namun dengan siapnya tenaga kerja kita maka negara-negara di di MEA dapat juga menanamkan investasinya tanpa hambatan. Dengan ramaianya investasi tentu dampakanya permintaan tenaga kerja juga akan meningkat. Dan sudah semestinya peluang-peluang itu diisi oleh tenaga kerja dalam negeri,” tukasnya.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDMKP) merupakan salah satu unit Eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertanggung jawab dalam pengembangan SDM-KP melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan kelautan dan perikanan.

Visi BPSDM KP adalah mencetak SDM unggul bagi pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Misinya adalah mencetak SDM KP yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan; mencetak SDM KP yang mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kelautan dan Perikanan; serta mencetak SDM KP yang mampu memelihara daya dukung dan kualitas lingkungan sumberdaya kelautan dan perikanan.

Related posts