Rsources Alam Incar Produksi 5,7 Juta Ton Batubara

NERACA

Jakarta- PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) mengincar produksi batubara hingga 5,7 juta ton atau meningkat 26,7% dari proyeksi produksi tahun ini sebesar 4,5 juta ton. Target ini diperhitungkan dengan kesiapan infrastruktur dan adanya tambahan produksi baru yang akan dihasilkan dari dua tambang perseroan.

Direktur PT Resources Alam Indonesia Tbk Chamilus Salimbo mengatakan, target produksi yang direncanakan perseroan pada tahun depan dimungkinkan dapat tercapai. Mengingat, kapasitas keseluruhan infrastruktur yang semakin lengkap dengan selesainya pembangunan underpass di blok Selatan PT Insani Bara Perkasa (anak usaha).“Dengan mengasumsikan pasar batubara yang diharapkan stabil tahun 2014, perseroan menargetkan volume produksi batu bara sebesar 5,7 juta ton,” katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Selain kesiapan infrastruktur, sambung dia, pencapaian target tersebut juga akan ditopang dengan adanya tambahan produksi baru dari lokasi blok Perangat dan blok Separi serta peningkatan produksi di blok Loajanan. Saat ini, total cadangan batu bara yang dimiliki perseroan mencapai 92 juta ton.

Dua dari tiga anak usaha perseroan telah berproduksi, yaitu PT Insani Baraperkasa yang menguasai konsesi tambang di Kalimantan Timur dengan cadangan 80 juta ton. Sementara PT Loa Haur memiliki konsesi di Kalimantan Tengah dengan cadangan 12 juta ton.

Meski demikian, pihaknya pesimistis dapat mencapai target produksi akhir tahun ini sebesar 4,7 juta ton melihat kondisi global saat ini. Pihaknya mencatat, hingga kuartal ketiga 2013, total produksi perseroan telah mencapai 3,284 juta ton. “Perseroan mengestimasi produksi sampai dengan akhir tahun 2013 sekitar 4,5 juta ton.” imbuhnya.

Terkait kinerja perseroan di kuartal ketiga tahun ini, perseroan mencatatkan penurunan pendapatan 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$152,04 juta dengan laba bersih setelah pajak yang turun 12,8% menjadi US$18,03 juta dari sebelumnya US$20,67 juta. Turunnya pendapatan dan laba bersih perseroan pada kuartal ketiga tahun 2013 ini disebut sebut karena dipicu merosotnya harga rata-rata batu bara.

Pihak manajemen mencatat, meski volume penjualan meningkat, namun pendapatan dari komoditas ini hanya mencapai US$ 152,04 juta, turun sekitar 7,6% dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 164,59 juta. Padahal, volume penjualan perseroan meningkat 3,6% atau menjadi 3,17 juta ton dari periode yang sama tahun lalu sebesar 3,06 juta ton.

Hal ini ditengarai harga jual rata-rata batu bara pada periode ini hanya sebesar US$ 47,82 per ton. “Angka ini lebih rendah 11,39% dibandingkan dengan harga rata-rata pada tahun sebelumnya yang sebesar US$ 53,97 per ton,” kata Direktur Resources Alam, Agoes Soegiarto. (lia)

Related posts