Perkuat Investor Lokal, IHSG Bakal Stabil - BEI Cetak Rekor MURI

NERACA

Jakarta –Masih dangkalnya industri pasar modal dalam negeri, tentunya dituntut untuk digali lebih dalam. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah investor lokal. Pasalnya, jika porsi investor meningkat diharapkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat lebih stabil dan faktor fundamental dapat berbicara lebih banyak.

Analis PT First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini akan lebih baik dengan dukungan dari sektor investasi. Saat ini sebagian besar pertumbuhan ekonomi Indonesia didominasi konsumsi rumah tangga dan pemerintah, “Diharapkan dengan meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat akan mendongkrak minat masyarakat berinvestasi saham. Apalagi, jumlah lapangan pekerjaan juga akan bertambah seiring dengan penambahan transaksi dan jumlah investor,”ujarnya di Jakarta kemarin.

Dirinya menuturkan, pihaknya ikut berpartisipasi pada pembuatan rekor MURI pertama untuk pasar modal. Disebutkan, First Asia Capital (FAC) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan didukung oleh Bursa Efek Indonesia (IDX) berhasil mencetak rekor pembukaan rekening baru 1.000 investor.

Dikatakan David, rekor tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi pasar modal Indonesia yang telah berumur 36 tahun. “Jumlah ini jika dibandingkan dengan total investor pasar modal Indonesia yang sudah berumur 36 tahun sangat signifikan,”tandasnya.

Tercatat jumlah investor sebelumnya hanya sebesar 404.695 investor. Penambahan 1.000 investor ini merupakan langkah awal yang nyata dalam meningkatkan jumlah investor. “Saya melihat hal ini penting untuk dilakukan agar ketergantungan dengan investor asing dapat berkurang sehingga kita dapat berdaulat di negeri sendiri. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” papar dia.

Menurut David, dari 1.000 investor tersebut sebagian besar merupakan investor muda yang sangat potensial untuk mengembangkan pasar modal dalam beberapa tahun ke depan. Jumlah investor dan sumberdaya manusia di pasar modal penting untuk ditingkatkan agar kita siap untuk menghadapi persaingan global. “Oleh karena itu saya menganggap apa yang dilakukan FAC, UMY dan IDX patut diapresiasi dan dilanjutkan terus menerus,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad pernah bilang, pihaknya terus genjar melakukan edukasi pasar modal di masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menjaring investor lokal dan ritel. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk memperkuat investor lokal agar industri pasar modal dalam negeri bisa tahan banting terhadap sentimen luar negeri.

Tidak hanya itu, lanjutnya, pihaknya juga terus mendorong peningkatan investor domestik dalam mengakses pasar modal di Indonesia. Hal itu terus dilakukan dengan harapan ekonomi lebih tahan banting ketika investor asing keluar dari Indonesia“Sejauh ini OJK akan tetap fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan fundamental ekonomi Indonesia, termasuk yang berkaitan dengan pasar modal. Pasar modal harus memberikan kontribusinya dengan baik,”ujarnya. (bani)

Related posts