Permata Bank Syariah Catatkan Laba Bersih Rp426 Miliar

​NERACA

Jakarta - Permata Bank Syariah, pada kuartal III 2013, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp426 miliar. Ini meningkat sebanyak 142% jika dibandingkan periode tahun lalu sebesar Rp176,2 miliar. Executive Vice President Head PermataBank Syariah, Achmad K Permana menjelaskan, kinerja perseroan menunjukan peningkatan yang cukup signifikan.

Hal ini terjadi karena didorong oleh pertumbuhan pendapatan margin bersih dan pendapatan operasional yang yang meningkat. “Pendapatan operasional naik 85% year on year (yoy) menjadi Rp 1,63 triliun, tentu saja ini diperoleh melalui kenaikan pembiayaan hingga sembilan bulan pertama ini," ujar Achmad di Jakarta, Kamis (21/11).

Sedangkan pada Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat hingga 82% (yoy) menjadi Rp 11,7 triliun. Untuk Tabungan dan Giro membukukan kenaikan yang cukup tinggi yakni masing-masing sebesar 38% dan 80% menjadi Rp4,2 triliun dan Rp694 miliar.

Pertumbuhan DPK lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yang berdampak pada rasio Financing-to-Deposit Ratio (FDR) yang mencapai 98% pada kuartal III 2013 bila dibandingkan tahun lalu di periode yang sama, yakni 92%.

Selain itu, dia juga menjelaskan deposito juga meningkat 128% (yoy) menjadi Rp6,8 triliun di akhir September 2013. “Dengan demikian komposisi dana murah (CASA) mencapai 42 persen dari total simpanan dana masyarakat di PermataBank Syariah," tambah dia.

Sementara itu, untuk pertumbuhan kredit perseroan menargetkan sebesar 25%-30% untuk 2014. Ini lebih rendah jika dibandingkan 2013 yang diperkirakan akan tumbuh 38%. Perseroan menahan laju kredit mengikuti pernyataan bank sentral yang meminta agar industri perbankan menyeimbangkan pertumbuhan kreditnya di tahun depan. "Pertumbuhan kreditnya tahun depan mungkin tidak akan seagresif tahun ini," kata Achmad.

Achmad mengaku, perusahaan akan segera menetapkan target kreditnya secara keseluruhan guna mengerem pertumbuhan kredit. "Kita kan bagian kecil dari institusi perbankan maupun perbankan syariah jadi kita akan lakukan penetapan," jelasnya.

Pertumbuhan kredit Bank Permata Syariah selama empat tahun terakhir sudah menunjukkan pertumbuhan agresif. Hal ini bisa dilihat dari penyaluran kredit yang naik hingga 15 kali lipat dalam 4 tahun. "Jadi selama ini cukup agresif karena dalam empat tahun kita naik 15 kali lipat. Jadi mungkin tahun ini dengan momentum kondisi makro ekonomi yang tidak terlalu kondusif kita akan lakukan konsolidasi dulu," ungkapnya.

Mengingat hal tersebut, Bank Permata Syariah juga akan mengerem pertumbuhan kredit sektor konsumsi. BI sebelumnya juga sudah meminta agar industri perbankan bisa mengurangi penyaluran kredit yang bersifat konsumsi seperti pembiayaan motor dan mobil dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

"Kita pengalihannya dengan mendorong sektor kredit dari sisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Korporasi untuk institusi-institusi yang memang tidak terlalu banyak berpengaruh oleh kondisi makro kita saat ini. Tentu ini agar kredit kita bisa terus jalan," tandas dia. [sylke]

Related posts