Kuartal Tiga, Laba Maybank Naik 12,5%

Grup PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) yaitu Maybank, membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) hingga kuartal ketiga 2013 naik 12,5% menjadi RM4,82 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (21/11).

Sementara, laba sebelum pajak (PBT) grup naik 10,4% menjadi RM6,57 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2012 lalu sebesar RM5,95 miliar. Disebutkan bahwa pertumbuhan pendapatan didukung kenaikan fee-based income bersih yang tumbuh 13,8% secara tahunan dengan fund-based income bersih tumbuh 7,6%.

Secara keseluruhan, pendapatan bersih naik 9,9% secara tahunan, melampaui pertumbuhan overheads yang terkelola pada tingkat 5,7%. Akibatnya, rasio cost-to-income lebih lanjut membaik pada tingkat 46,6% pada kuartal ketiga 2013 dibandingkan 51,2% pada kuartal ketiga 2012.

Direktur Maybank Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor mengatakan, dengan hasil kuartal yang cukup baik, pihaknya menghasilkan rekor laba baru untuk grup. Selain itu, dia juga menyatakan Maybank akan terus meningkatkan pertumbuhan dengan fokus pada peluang jasa keuangan di seluruh kawasan dan beragam, melalui pendapatan dan pengelolaan biaya di tengah iklim bisnis eksternal yang kurang kondusif.

Sementara, President & CEO Maybank Datuk Abdul Farid Alias menyebutkan kinerja Maybank pada periode ini menunjukkan kemampuan untuk terus memberikan pertumbuhan di tengah kondisi operasional yang sulit.“Penekanan kami pada pengelolaan biaya, peningkatan produktivitas dan kepatuhan terhadap praktek manajemen risiko yang baik telah mendukung kami secara konsisten untuk meningkatkan value bagi stakeholder”, ujar dia.

Dia menambahkan bahwa pihaknya yakin tetap akan terbuka peluang yang berbeda di pasar yang dilayaninya, dan akantetap memiliki komitmen untuk melayani segmen ini. Selain itu, pada saat yang sama, fokus Maybank tetap menyelesaikan strateginya untuk membawa Grup Maybank ke tahap berikutnya pada 2015 nanti.

Kinerja BII

Sementara, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) menjaga kinerja yang solid meskipun di tengah iklim yang penuh tantangan. BII mencatat peningkatan PATAMI 16% secara tahunan menjadi Rp1,10 triliun. Pencapaian ini didukung kenaikan kuartal ketiga, dimana PATAMI naik 26% menjadi Rp418 miliar.

Pendapatan bersih selama periode Sembilan bulan tumbuh 13% secara tahunan menjadi Rp6,05 triliun didukung kenaikan fee based income bersih sebesar 19% dan fund based income bersih sebesar 10%. Kredit tumbuh pada tingkat yang sehat sebesar 19,8% secara tahunan, dengan pertumbuhan di kuartal ketiga sendiri meningkat 30,8% secara tahunan.

Marjin bunga bersih menjaga tren upward dari dua kuartal terakhir, meningkat menjadi 5,37% pada September 2013. Kualitas aset tetap sehat dengan rasio net impaired loan pada 1,4%. Pertumbuhan simpanan sebesar 16,4% secara tahunan melampaui industri sebesar 6,67%. Pencapaian didukung terutama oleh kenaikan simpanan tabungan sebesar 27,6% dan peningkatan sebesar 9,0% pada giro.

Sementara BII Finance, mencatat pertumbuhan pendapatan yang solid sebesar 49,6% menjadi Rp651,54 miliar, melonjak pesat terutama karena keberhasilan menyeimbangkan kembali portofolio pembiayaan mobil dan sepeda motor. Laba sebelum pajak naik 38,5% menjadi Rp203,88 miliar. Total unit yang dibiayai meningkat 30,5% secara tahunan sementara kualitas aset tetap baik dengan rasio non-performing loan bersih sebesar 0,09%.

Meskipun WOM Finance, masih terkena dampak peraturan baru di Indonesia, mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp60 miliar dibandingkan dengan rugi sebesar Rp37 miliar pada periode yang sama tahun lalu. (nurul)

Related posts