Rapat RUU BPJS Dibatalkan Lewat Faks

Rapat RUU BPJSDibatalkan Lewat Faks

Jakarta--Delapan menteri mendadak membatalkan rapat kerja (Raker) dengan Panitia Khusus Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Pansus BPJS) yang diagendakan, Jumat (15/7) kemarin, pukul 14.00 WIB. Pembatalan yang disampaikan melalui faks satu jam sebelum rapat itu membuat anggota Pansus BPJS DPR kecewa.

Surat pembatalan rapat yang ditandatangani Sekjen Menkeu Mulia P. Nasution itu ditujukan kepada pimpinan DPR, dengan tembusan Pansus RUU BPJS, delapan menteri yang sedianya mengikuti rapat, Wakil Menteri Keuangan, dan Sekretaris Jenderal DPR. “Kami mohon agar rapat kerja dimaksud dapat dijadwalkan kembali mengingat pada saat yang bersamaan pada menteri dijadwalkan menghadiri sidang cabinet,” demikian isu surat pemerintah yang dibacakan oleh Wakil Ketua Pansus BPJS dari Fraksi PDIP Surya Chandra Surapaty.

Rencananya delapan menteri diagendakan hadir dalam pertemuan yang akan membahas transformasi BUMN asuransi menjadi BPJS ini. Rapat mengagendakan rapat kerja lanjutan dengan menghadirkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Kesehatan, Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri Negara BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan Menteri Hukum dan HAM.

Rapat kerja gabungan itu diagendakan karena malam sebelumnya (Kamis, 14/7) malam), pemerintah yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) Armida Alisjahbana tidak menghasilkan kesimpulan alis deadlock.

Rapat deadlock karena tak ditemui jalan tengah, antara pemerintah dengan DPR terkait transformasi empat BUMN asuransi. Dalam rapat tersebut, Kepala Bapenas Armida Alisjahbana menegaskan pemerintah masih mempertahankan empat BUMN untuk tidak bertranformasi menjadi satu badan yaitu BPJS. *cahyo

BERITA TERKAIT

J Resources Mengandalkan Kocek Lewat MTN - Danai Konstruksi Tambang Emas

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan konstruksi tambang emas yang dilakukan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mendorong perseroan harus…

Cara Mudah Dapat Penghasilan Tambahan - Lewat Medsos

Internet telah berkembang secara pesat. Terbukti dari data Kominfo tentang pengguna internet di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 63…

Lewat IPO Bisa Hindari Sengketa Keluarga

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa aksi perusahan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1%

      NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia di akhir 2017 meningkat 10,1 persen (tahun ke…

Muliaman Hadad Ditunjuk jadi Dubes RI untuk Swiss

    NERACA   Jakarta-Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad resmi ditunjuk menjadi Duta Besar…

Tiga Tahun Jokowi Diklaim Berhasil Turunkan Inflasi

      NERACA   Padang - Pejabat Kantor Staf Presiden (KSP) memaparkan dalam tiga tahun perjalanan pemerintahan Presiden Jokowi…