Tahun Ini, Modal Inti ABP Capai Rp100 Miliar

NERACA

Jakarta - Semakin menjanjikannya bisnis industri keuangan di Tanah Air, membuat PT Bosowa Corporindo percaya diri untuk terus mengembangkan serta memperkuat lini bisnisnya di sektor ini. Tak terkecuali asuransi. Manging Director PT Bosowa Corporindo, Sadikin Aksa, menuturkan pihaknya tidak segan-segan menggelontorkan dananya ke salah satu anak usaha, PT Asuransi Bosowa Periskop (ABP).

Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 53/2012 yang isinya setiap perusahaan wajib memenuhi tingkat solvabilitas (risk based capital/RBC) minimal 120% pada 2014. Oleh karena itu, kata Sadikin, pihaknya telah menyetujui menambah modal atau ekuitasnya menjadi Rp100 miliar pada akhir 2013.

“Walaupun regulasinya mulai berjalan tahun 2014, tapi kami sudah lebih dahulu penuhi kewajiban dengan menambah modal. Harapannya, akhir tahun ini, sektor jasa keuangan ini mampu menyumbang 15% daripada Grup Bosowa. Ini harus terus bertumbuh karena industri keuangan Indonesia sangat menjanjikan. Hal ini sejalan dengan adanya komitmen dari induk usaha serta pemegang saham,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/11).

Perlu diketahui, ekuitas ABP pada 2010 hanya Rp40 miliar. Kemudian 2012 meningkat menjadi Rp70 miliar, seiring dengan berlakunya aturan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Per September 13, ekuitas perseroan mencapai Rp91,20 miliar (year to date/ytd).

Sadikin menambahkan, kontribusi 15% ini belum termasuk saham Grup Bosowa di PT Bank Bukopin Tbk dan PT Bosowa Capital di PT Bank QNB Kesawan Tbk. Artinya, lanjut dia, sumbangan 15% tersebut adalah murni berasal dari ABP, PT Bosowa Sekuritas, Bosowa Multifinance serta Sadira Finance.

Terkendala SDM

Khusus dua perusahaan multifinance milik Group Bosowa, Sadikin mengatakan, dalam dua tahun terakhir pertumbuhannya di atas rata-rata industri. “Dua multifinance kita memang fokus menyasar di kawasan Indonesia Timur. Satu (multifinance) bergerak di passanger car, dan satunya lagi ke commercial car,” tambah dia.

Meskipun begitu, dirinya tidak ingin terburu-buru mendongkrak lebih tinggi kinerja dua multifinance-nya lantaran terbentur masalah sumberdaya manusia (SDM) yang masih minim.

“Jadi kita fokus membangun SDM internal melalui management development Bosowa ini. Satu sisi kita menciptakan SDM berkualitas, namun sisi lain, kita ingin seluruh jasa keuangan tetap mempertahankan pertumbuhannya di atas rata-rata industri. Harapannya, tahun 2015 kontribusi sektor jasa keuangan ini menjadi 25% ke grup,” ungkap Sadikin.

Alih-alih instingnya sebagai pedagang, Sadikin berceletuk kalau dirinya menargetkan premi yang harus diperoleh ABP mencapai Rp500 miliar. “Logika bisnisnya begini. Kalau kita kasih Rp100 miliar, maka preminya bisa tiga kali lipat tahun depan dong. Ya harapannya, tahun 2015 premi kita targetkan menembus angka Rp500 miliar,” ucapnya, sembari tertawa. [ardi]

Related posts