Trimegah Batal Hapuskan Treasury Stock - Ditentang Pemegang Saham

NERACA

Jakarta – Rencana PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) menghapuskan treasury stock batal dilaksanakan karena bertentangan dengan pemegang saham. Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (20/11), pemegang saham tidak menyetujui penghapusan tersebut karena akan menggerus modal kerja bersih disesuaikan (MKBD).

Hal ini dijelaskan Corporate Secretary PT Trimegah Securities Tbk Agus Priyambada yang menyatakan penghapusan treasury stock memang mampu membuat modal sebuah perusahaan menjadi lebih efisien. Namun, penghapusan saham hasil buyback ini memiliki banyak implikasi, diantaranya bakal tergerusnya MKBD sekuritas, “MKBD memang salah satu syarat menentukan bisnis perusahaan sekuritas seprti penjaminan emisi. Bisnis sekuritas bisa terhenti jika MKBD yang dimiliknya kurang dari Rp25 miliar”, jelasnya di Jakarta, Rabu (20/11).

Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mencari cara untuk menghilangkan saham hasil buyback yang dilakukann pada 2003 lalu. “Kalau menurut UU No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perusahaan hanya boleh mendekap saham hasil pembelian kembali paling lama 3 tahun”, katanya.

Setelah itu, perusahaan harus memutuskan, akan menjual kembali saham atau menariknya, sehingga akan mengurangi modal. Sementara, UU Perseroan Terbatas sebelumnya pada tahun 1995, tidak mengatur batas waktu tersebut.

Dia juga menjelaskan, dalam menghapus treasury stock ada beberapa cara, salah satunya dengan menjualnya ke market. Menurut dia perseroan kemungkinan besar akan memilih opsi ini untuk menghapus treasury stock-nya.“Saat ini perseroan tengah memikirkan apakah nantinya penjualan treasury stocks ini akan dilepas dengan mekanisme block sale dengan menggunakan standby buyer, atau justru murni sepenuhnya dilepas ke pasar. Sementara untuk harganya, kita belum bisa merincinya saat ini”, jelasnya.

Meskipun belum dapat merinci harga, dia menjelaskan penjualan treasury stocks nantinya akan dieksekusi dengan harga tidak melebihi harga buyback yang dilakukan TRIM pada 2003 silam. Dia menyebutkan, manajemen melakukan buyback atas 200 juta saham dengan rata-rata harga pembelian Rp80 per saham. Sementara, saat ini harga saham TRIM ada di level Rp66 per saham.“Dengan kondisi pasar seperti sekarang, sulit menjual sahamnya dengan harga diatas Rp80 per saham, kami akan mengeksekusi ini secepatnya”, ungkapnya.

Sebagai informasi, perseroan melakukan buyback atas 200,7 juta saham atau sekitar 2,8% dari modal yang dimiliki sebanyak 7,11 miliar saham pada 2003 lalu mengendap menjadi treasury stock. Harga buyback kala itu dieksekusi pada level Rp80 per saham sehingga buyback tersebut menelan biaya sekitar Rp16,06 miliar.

Hingga September 2013, perseroan meraih laba periode berjalan sebesar Rp560,95 juta dibandingkan rugi sebesar Rp124,57 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha naik menjadi Rp136,10 miliar dari pendapatan usaha Rp109,44 miliar tahun sebelumnya dan beban usaha naik jadi Rp132,44 miliar dari beban usaha sebelumnya Rp130,14 miliar. (nurul)

Related posts