Pemberian Dana Hibah Disorot Masyarakat - Kabupaten Sukabumi

Sukabumi - Pemberian dana hiban aspirasi dewan melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sukabumi kepada sekitar 150 kelompok, mendapat sorotan dari kalangan masyarakat. Pasalnya, para penerima dana hibah itu rata-rata mengendari mobil tergolong mewah dan tak pantas terlihat sebagai pelaku usaha kecil.

Tokoh masyarakat Desa Cibolang, Kecamatan Cicantayan kepada Neraca Rabu (20/11) mengutarakan, sepengetahuan dirinya penerima dana hibah aspirasi itu dari golongan pelaku usaha kecil atau mikro. “Tapi kalau melihat para penerima kebanyakan memakai kendaraan roda empat dengan harga ratusan juta rupiah, sepertinya janggal. Apalagi yang akan diterima itu berkisar puluhan juta rupiah,” ungkap Iwan Bosta

Sebagai warga yang bertetangga dengan Diskoperindag, ungkap Iwan Bosta, dirinya sedikit banyak mengenal pelaku usaha mikro binaan Diskoperindag. “Karena dana ini dana aspirasi dari dewan, sepertinya semua penerima itu harus mendapatkan rekomendasi dari dewan. Hanya saja, bagaimana tata cara seleksi pemberian dana bantuan yang ditetapkan dan siapa yang menetapkan,’ ujar Iwan Bosta bertanya-tanya.

Ia mengatakan akan berupaya meminta penjelasan dari para anggota DPRD Kabupaten Sukabumi terkait penyaluran dana aspirasi tersebut. “Setahu saya ada enam proposal dari Desa Cicemet kecamatan Cisolok yang benar-benar membutuhkan modal, namun tidak mendapatkan alokasi. Kok bisa yah pelaku usaha yang benar-benar tidak memiliki modal tapi tak mendapatkan dana aspirasi. Menurut saya seharusnya yang layak mendapatkan dana aspirasi itu pelaku usaha kecil yang modalnya tipis. Kalau kalau pelaku usaha yang sudah memiliki kendaraan roda empat, mari kita renungkan saja,” kritik Iwan Bosta.

Sementara pihak Diskoperindag Kabupaten Sukabumi belum bisa dikonfirmasi ihwal tata cara seleksi calon penerima dana bantuan.

Related posts