Tekanan Aksi Jual Kerek IHSG Ke Zona Merah

NERACA

Jakarta – Laju IHSG tidak sebaik sehari sebelumnya akibat penurunan bursa saham Asia. Selain itu, seiring naiknya IHSG, aksi jual juga meningkat sehingga penguatan yang sempat terjadi hanya bersifat terbatas dan tidak dapat bertahan lama. Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menyebutkan alasan lain yaitu para pelaku pasar masih menanggapi negatif penilaian lembaga OECD yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, termasuk emerging market dan banyaknya komentar negatif terhadap imbas kenaikan BI rate terhadap dunia usaha.

Pada perdagangan Rabu (20/11), IHSG menyentuh level tertingginya 4408,40 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4331,61 jelang preclosing dan berakhir di level 4350,79 atau melemah 1,08% (47,5 poin). Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik dimana investor asing mencatatkan nett sell Rp202,04 miliar dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual, dan investor domestik mencatatkan nett buy.“Selain itu, laju nilai tukar Rupiah yang sempat mengalami kenaikan sehari sebelumnya kembali tertahan seiring sikap pelaku pasar yang wait & see terhadap hasil dari pertemuan FOMC, “katanya.

Padahal, dia menilai, di sisi lain laju dari dolar AS sedang berada di bawah dibandingkan nilai tukar Euro seiring pernyataan The Fed yang akan tetap mempertahankan suku bunga rendahnya meski stimulus dikurangi. Selain itu, Rupiah juga tidak bergeming terhadap berita positif dari China dimana nilai Yuan mengalami kenaikan seiring langkah PBOC yang akan menguatkan penetapan harian atas nilai Yuan dan akan menguraikan rencana atas pelonggaran pengawasan valas. Rupiah di atas target support Rp11672. Rp11625-11585 (kurs tengah BI).

Sementara bursa saham Eropa sampai saat ini bergerak melemah seiring sikap wait & see pelaku pasar terhadap rilis data ritel dan perumahan AS yang dibarengi dengan rilis hasil akhir dari pertemuan FOMC dalam 2 hari ini. Turunnya PPI Jerman dan kembali defisitnya trade balance Spanyol turut menahan laju bursa saham Eropa.

Pada perdagangan Kamis (21/11) dia memperkirakan IHSG akan berada pada support 4358-4383 dan resistance 4417-4428. Laju IHSG kembali gagal bertahan minimal dalam target support (4358-4383) meski sempat melampauinya memberikan gambaran bahwa potensi penguatan lanjutan IHSG masih akan terbatas dengan masih adanya aksi – aksi profit taking.“Potensi suddenly reversal seperti yang kami sampaikan sebelumnya masih dimungkinkan terjadi sehingga akan membuat IHSG masih dalam zona merahnya”, katanya.

Pertimbangan saham-saham antara lain ARNA Spt830-860 Rst890-920|Three inside up lewati middle bollinger band (MBB)|Trd buy selama up860 , HRUM Spt3525-3625 Rst3725-3775|Hammer. William’s %R masih upreversal|Trd buy selama up3650, MAIN Spt3050-3125 Rst3475-3500|Separating lines dekati MBB. RSI upreversal|Trd buy selama up3125 , ULTJ Spt4575-4625 Rst4850-4875|White marubozu dekati MBB|Trd buy selama up4750 .

Saham-saham lainnya adalah ICBP 10150-10850|Trd buy selama up10300 , AKRA 4700-5000|Trd buy selama up4900 , WIKA 1670-1750|Trd buy selama up1690 , TAXI 1600-1690|Trd buy selama up1630 , PTRO 1380-1450|Trd buy selama up1400. (nurul)

Related posts